Akhir Maret nanti, MRT resmi akan beroperasi. Karena itu, PT Mass Rapid Transit Jakarta telah menetapkan 5 bank untuk bekerjasama dengan mereka. Kerja sama ini terkait pembayaran tiket MRT Jakarta menggunakan uang elektronik. Jadinya, saat resmi beroperasi nanti masyarakt bisa bayar pakai kartu nontunai, dan naik MRT makin asyik!

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan akhir Maret dari lima bank milik pemerintah dan swasta dapat digunakan ketika moda transportasi massal tersebut beroperasi secara komersial pada akhir Maret dengan uang elektronik dari BNI, BRI, Mandiri, BCA, dan Bank DKI.

Selain 5 kartu dari perbankan tersebut, MRT Jakarta juga sudah menyiapkan kartu Jak Lingko yang dapat digunakan masyarakat. Kartu tersebut diterbitkan oleh Transjakata. Dengan begitu, masyarakat cukup membawa kartu elektronik mereka jika ingin menggunakan moda transportasi dengan cara ditempel atau tap in di peron stasiun MRT.

Berikut 5 kartu dari perbankan plus kartu Jak Lingko yang diulas khusus buat Anda:

BCA

Anda bisa mendapatkan kartu Flazz BCA di seluruh kantor Cabang BCA terdekat di seluruh Indonesia maupun di kios penjualan Flazz dan merchant penjualan Flazz. Kartu Flazz bisa diisi ulang dengan jumlah minimal Rp 20.000 dan maksimum saldo yang tersimpan di kartu adalah Rp 2 juta (efektif per 1 Juni 2018).

Anda dapat melakukan isi ulang kartu lewat ATM maupun dengan uang tunai di:

Paspor/ATM BCA: di Kantor Cabang BCA, ATM BCA Non Tunai, Top Up Center Flazz, dan atau mesin EDC di outlet Merchant berlogo Top Up Flazz, seperti: Alfa Express, Alfamart, Alfa Midi, Circle K, Es Teler 77, Indomaret, Lawson, Solaria, Superindo, Toko Buku Gramedia, dll. Uang Tunai : Alfa Express, Alfamart, Alfa Midi, Es Teler 77, Lawson dan Toko Buku Gramedia.

BNI

Uang Elektronik dengan sistem smartphone dari BNI dengan slogan Your All Payment (YAP) adalah salah satu produk dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) TBK dengan kemudahan menjajikan.

Menggunakan Elektronik Data Capture (EDC), YAP dapat digunakan oleh pedagang kecil, UMKM, retail toko jaringan (chain store), toko modern (premium) hingga e-commerce atau toko online. Aplikasi pengganti mesin ini juga hadir untuk melengkapi transaksi nontunai seperti penggunaan Kartu ATM, kartu debut, kredit, Tapcash BNI, Mobile App, UnikQu, dan BNI Mobile.

BRI

Salah satu produk kartu uang elektronik itu adalah Brizzi dari Bank Republik Indonesia (BRI). Brizzi hadir ke tengah-tengah nasabahnya sebagai pengganti uang elektronik, untuk melakukan transaksi baik pembayaran dan pembelian di outlet-outlet berlogo khusus atau di penyedia barang dan jasa.

BRI sadar betul di zaman serba canggih ini, mau tidak mau inovasi harus terus dilakukan demi memanjakan para nasabah BRI. Berikut, berbagai cara untuk mendapatkan kartu uang elektronik Brizzi dari BRI.

Bank DKI

JakCard adalah kartu pintar prabayar (pre paid smartcard) yang diterbitkan oleh Bank DKI sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan Bank DKI. Dengan menggunakan teknologi contactless-chip, anda cukup mendekatkan JakCard pada mesin pembaca (contactless card reader).

Mandiri

Mandiri e-money juga sudah tak asing bagi nasabah mandiri. Meskin pun tidak jauh berbeda dengan berbagai kartu elektronik atau uang nontunai yang terus hadir ke tengah masyarakat, namun Mandiri e-meny yang memiliki teknologi Radio Frequency Identification (RFID) ini dapat menjadi rujukan pada masyarakat yang tidak betah membawa uang tunai dan akrab dengan transaksi nontunai.

Bank Mandiri mengeluarkan Mandiri e-money tentu saja dengan berbagai pertimbangan matang, terutama dengan tujuan mulai memberikan kemudahan bagi setiap transaksi kepada nasabah. Selain itu, dengan menggunakan Mandiri e-money, nasabah dan masyarakat juga tidak perlu disibukkan dengan uang kembalian sebab segala sesuatunya sudah terukur melalui kartu tersebut.

Jak Lingko

Jak Lingko adalah transformasi dari OK-Otrip yang merupakan sistem transportasi yang terintegrasi (integrasi rute, integrasi manajemen, dan integrasi pembayaran) dimana integrasi layanan transportasi publik di Jakarta yang semakin luas. Integrasi ini tidak hanya melibatkan integrasi antara bus besar, bus medium, dan bus kecil di Transjakarta tetapi juga akan melibatkan transportasi berbasis rel yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti; MRT, LRT, dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan