Bank Indonesia (BI) resmi memberlakukan Quick Responds (QR) Code Indonesia Standard ( QRIS) yang berstandar internasional terhitung 1 Januari 2020.

Meski baru berlaku dua hari, menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko menyebut, saat ini bank sentral akan melakukan evaluasi kembali terkait pengimplementasian QRIS.

“Bank Indonesia sedang melakukan evaluasi implementasi QRIS, terutama tingkat kesiapan,” kata Onny dikutip Kompas.

Ia menambahkan, nantinya dalam evaluasi tersebut, BI akan melibatkan melibatkan pelaku atau industri sistem pembayaran yang menggunakan QR Code.

BI sudah memberikan waktu selama enam bulan bagi penyedia jasa sistem pembayaran (termasuk Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran atau PJSP asing) yang sudah beroperasi untuk menyesuaikan dengan ketentuan BI.

Ini tertuang dalam PADG nomor 21/18/2019 tersebut tentang implementasi standar internasional QRIS untuk pembayaran tersebut.

Sebagai catatan, banyak PJSP asing yang berminat untuk beroperasi di Indonesia. Selain AliPay dan WeChat, belakangan diberitakan Whatsapp Pay juga berminat untuk meramaikan pasar platform pembayaran elektronik di dalam negeri.

QRIS merupakan standar penggunaan QR Code yang dirilis oleh Bank Indonesia untuk kemudahan bertransaksi.

Mulai 1 Januari 2020 kemarin, segala transaksi melalui QR Code secara nasional sesuai QRIS.

Tinggalkan Balasan