Cara Update Saldo Mandiri E-Money di Aplikasi Tokopedia

Semua yang sudah diatur oleh pemerintah diharapkan akan memudahkan rakyatnya dalam menjalaninya. Namun, ternyata peraturan biaya tambahan isi ulang e-money ini menuai kontroversi. Di satu sisi, ada pihak-pihak yang setuju dengan peraturan ini, di sisi lain, banyak juga yang protes akan regulasi baru ini.

Dari pada terus protes pada regulasi isi ulang e-money yang dikenakan biaya ini, ada baiknya mengatur siasat agar kantong tetap aman walaupun isi ulang e-money dikenakan biaya.

  • Isi Ulang E-money di ATM Bank Penerbit
    Hal pertama yang bisa dilakukan agar terhindar dari biaya adminstasi isi ulang e-money adalah melakukan top-up di mesin ATM bank penerbit kartu e-money. Misalnya, Anda memiliki kartu e-money yang diterbitkan oleh Bank C, maka lakukan isi ulang di mesin ATM Bank C agar bebas biaya tambahan.

    Dengan begitu, Anda tidak akan dibebankan biaya tambahan karena hal ini sudah diatur oleh BI. Akan tetapi, perlu diingat, hanya isi ulang di bawah Rp200.000 yang tidak dikenakan biaya tambahan di ATM. Jika Anda melakukan isi ulang lebih dari jumlah tersebut, akan dikenakan biaya maksimal Rp750.

Berikut daftar e-money beserta bank penerbitnya

  • E-Toll Card BPJT. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
  • Mandiri E-Money. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
  • BRI Brizzi. Diterbitkan oleh Bank BRI.
  • BNI Tapcash. Diterbitkan oleh Bank BNI.
  • BTN Blink. Diterbitkan oleh Bank BTN.
  • BCA Flazz. Diterbitkan oleh Bank BCA.
  • Gaz Card. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
  • Indomart Card. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.

Isi Ulang Kurang dari Batas Maksimal Berulang Kali

Cara lain agar terhindar dari biaya tambahan isi ulang e-money, jangan isikan kartu e-money melebihi batas maksimal bebas biaya admin, yaitu tidak lebih dari Rp200.000. Misalnya, Anda mengisi e-money sebesar Rp150.000, maka tidak akan dikenakan biaya tambahan.

Cara ini juga cocok digunakan untuk pembayaran nonntunai yang harganya lumayan besar, misalnya membayar tol Purbaleunyi, Cipularang dan Cipali. Contoh, Anda ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Pasar Rebo, Jakarta ke Palimanan, via tol Cipali, pulang pergi. Biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

Bayar Tol Lingkar Luar Jakarta Rp9.500

Bayar Tol Cikarang Utama – Cikopo Rp13.500

Bayar Tol Cikopo – Palimanan – Rp96.000

Rp119.000 Untuk satu kali perjalanan. Pulang pergi jadi: Rp238.000

Maka, jangan langsung melakukan isi ulang untuk dua kali perjalanan. Lakukan isi ulang sebesar, Rp150.000 dulu di perjalanan pergi sebelum masuk tol, dan lakukan isi ulang sebesar Rp100.000 lagi untuk menambahkan sisa saldo yang tersisa sebelum masuk tol pada perjalanan pulang.

Ingat, yang dibebankan biaya tambahan adalah isi ulang di atas Rp200.000, bukan saldo yang tersimpan lebih dari Rp200.000. jadi, tidak ada masalah jika Anda melakukan isi terus menerus hingga saldo lebih dari Rp200.000 asalkan besaran top-up tidak lebih dari batas maksimal itu.

Apabila Terdesak, Isi Ulang di Minimarket Lebih Murah

Misalnya, Anda biasa melakukan isi ulang di jaringan ATM yang sama dengan bank penerbit kartu e-money, tetapi di dalam perjalanan Anda sulit menemukan ATM yang sama. Jangan takut, isikan saja di minimarket. Biaya tambahan yang dikenakan di minimarket lebih murah, yaitu sebesar Rp1000, dibandingkan di ATM Bersama yang mengenakan biaya sebesar Rp1500.

Pastikan Anda memiliki e-money dari bank penerbit yang sama dengan bank tempat menyimpan uang. Contohnya, rekening tabungan dari Bank D, maka miliki e-money yang diterbitkan oleh Bank D.

Hal ini dilakukan agar mudah melakukan isi ulang. Misalnya, saat akan melakukan tarik tunai, Anda bisa sekalian melakukan isi ulang e-money. Dengan begitu, sama saja memindahkan uang di rekening ke kartu e-money. Jadi, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan.

Tinggalkan Balasan