Sebagai salah satu bank syariah, Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah berperan aktif dalam kehidupan masyarakat sejak tahun 1991. Bank dengan prinsip Syariah Islam ini berkomitmen bank tanpa bunga. Hal itu disampaikan dalam Munas MUI pada pertengahan Agustus 1990 di Cisarua, Bogor.

Hingga kini, Bank Muamalat terus melakukan berbagai peningkatan terhadap layanan yang dimiliki oleh BMI. Salah satunya, adalah penawaran sebuah program hunian yang dikhususkan kepada para nasabah BMI. Program tersebut adalah pemberian biaya hunian dengan rincian membeli baru, pembangunan, melakukan perbaikan (renovasi), atau take over dari vendor lain ke BMI.

Tak sekedar penawaran, dengan fitur terbaru ini, masyarakat yang hendak mendapatkan tempat tinggal baru ataupun ingin melakukan renovasi, dapat mengajukan pembiayaan kepada BMI hingga Rp. 50 miliar. Adapun jangka waktu yang diberikan untuk batas jatuh tempo pembayaran selama 10 tahun, dengan sistem angsuran tetap sampai lunas. Jika beruntung, nasabah juga berkesempatan mendapatkan angsuran ringan.

Meskipun minim publikasi, penawaran Pembiayaan Hunian BMI ini patut mendapatkan positioning dari BMI agar masyarakat luas khususnya nasabah BMI mendapatkan infomasi detail dan berkesinambungan terhadap produk bagus ini. Sebab, begitu banyak keperluan masyarakat yang akan terpenuhi seandainya BMI giat melakukan promosi produk.

Selain produk diatas, BMI juga menawarkan berbagai produk lain seperti Modal Usaha, Investasi, dan Asset Refinance Syariah. Ketiga produk tersebut juga produk unggulan dari BMI (akan diulas lain waktu).

Berikut, syarat yang harus dipelejari calon peminjam:

Persyaratan Calon Nasabah

Usaha telah berjalan minimum 2 tahun

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan

Surat permohonan pembiayaan dari manajemen/pengurus

NPWP institusi yang masih berlaku

Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya

Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD, SITU, dan lainnya (jika dibutuhkan) yang masih berlaku**

Fotocopy pengurus/manajemen

Fotocopy dokumen bangunan yang akan dibeli: SHM/SHGB, IMB dan denah bangunan

Fotocopy dokumen-dokumen perizinan properti atau pembangunan properti

* dari harga perolehan yang diakui Bank
** SIUP dan TDP bersifat kondisional bagi Yayasan.

Tarif

Berdasarkan prinsip syariah dengan dua pilihan yaitu akad murabahah (jual-beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa)

Uang muka minimal 30%*

Untuk akad murabahah dimungkinkan uang muka 0% dengan syarat calon nasabah bersedia menyerahkan agunan tambahan yang diterima oleh Bank

Tinggalkan Balasan