GNNT dan Tren Digital yang Melesat Tajam

www.nontunai.com-Transaksi Nontunai GNNT
www.nontunai.com-Transaksi Nontunai GNNT

Perkembangan teknologi melalui tren digital masyarakat Indonesia dan dunia internasional terus menunjukkan akselerasi yang tinggi.

Pertama, secara statistik, transaksi non tunai mengalami pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 22% (volume) dan 21% (nilai transaksi). Uang elektronik menunjukan perkembangan paling pesat yaitu sekitar 30% pada tahun 2014.

Kedua, penggunaan perangkat telekomunikasi (HP) oleh masyarakat termasuk di wilayah remote selalu menunjukkan kenaikan, dan saat ini telah mencapai 270 juta pengguna. Penetrasi pengguna internet juga sangat tinggi mencapai 74,6 juta di tahun 2014.

Ketiga, jumlah ATM, EDC dan penggunaan channel elektronik seperti mobile banking, internet banking dan phone banking, juga menunjukkan pertumbuhan signifikan tiap tahunnya. Pertumbuhan ATM dan EDC dua tahun terakhir masing-masing mencapai 14% dan 50%.

Trend digital yang pesat tersebut harus dapat dioptimalkan untuk mendorong efisiensi ekonomi nasional, serta mendukung terciptanya Sistem Pembayaran yang aman, handal, lancar, serta dapat memberikan akses keuangan secara luas sesuai kepentingan Nasional, yang pada akhirnya akan memperbaiki efisiensi perekonomian.

Ke depan Bank Indonesia akan terus mendorong implementasi GNNT agar dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita sehari-hari baik di perkotaan hingga di pedesaan.

Saat ini dibandingkan dengan negara-negara peer ASEAN lainnya, persentase transaksi ritel dengan uang tunai di Indonesia paling tinggi yakni sebesar 99,4%

Kepemilikan rekening secara formal merupakan indikator paling mendasar menuju akses keuangan yang inklusif.

Pada tahun 2011, tingkat kepemilikan rekening secara formal di Indonesia masih berada di bawah 20%. Namun demikian pada tahun 2014, persentase kepemilikan rekening tersebut meningkat signifikan dan berada pada level 35,94%.

Yang lebih penting dari jumlah kepemilikan rekening ini adalah apakah individu pemilik rekening tersebut benar-benar menggunakan dan memanfaatkan rekening tersebut baik sebagai simpanan ataupun dalam transaksi pembayaran.

  • Mahalnya biaya logistik dan keterbatasan distribusi barang ke seluruh wilayah NKRI mendorong Ekonomi Biaya Tinggi.
  • Ekonomi Biaya Tinggi memperlemah Daya Saing Nasional, yang pada akhirnya akan menyebabkan rendahnya produktivitas dan Inefisiensi dalam perekonomian domestik.
  • Permasalahan struktural terkait inefisiensi perekonomian diantaranya juga disebabkan karena tingginya transaksi tunai untuk kebutuhan aktivitas bisnis namun tidak tercatat pada sistem penerimaan negara dan pajak, serta biaya pengelolaan kas yang tinggi dapat memberikan beban tambahan terhadap biaya administrasi kegiatan ekonomi.
  • Dalam upaya mendukung upaya perbaikan efisiensi perekonomian, perlu adanya perubahan pola transaksi pembayaran dari sebagian besar tunai menjadi non tunai.
  • Gerakan Nasional Non Tunai dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis dan juga lembaga-lembaga pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi keuangan, yang mudah, aman dan efisien.
  • Dengan kesadaran yang semakin besar dari masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, berangsur-angsur akan terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Cashless Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya.

Perluasan penggunaan elektronifikasi yang diartikan sebagai upaya untuk mengubah  semua metode pembayaran dari manual menjadi elektronik, mengubah sebagian besar mekanisme pembayaran dari fisik menjadi digital dan meningkatkan akses keuangan yang terbatas menjadi luas (inklusif). Elektronifikasi ini sejalan dengan iklim transparansi, governance pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas layanan publik, dan upaya perbaikan iklim usaha yang lebih ramah.

Perluasan elektronifikasi dilakukan melalui beragam instrumen dan channel pembayaran, hingga mampu menyentuh seluruh aktivitas pembayaran secara luas mulai dari person to person (ptp), person to business (ptb), business to business (btb), government to person (gtp), person to government (ptg).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan beri komentar!
Masukkan nama Anda di sini