Mulai Oktober 2017, Transaksi Nontunai dipastikan akan ada di semua pintu tol. Transaksi Non tunai yang dimaksud adalah menggunakan uang elektronik. Penggunaan Transaksi Nontunai di Indonesia kian berkembang, banyak sektor yang kian menerapkan kemudahan penggunaan Nontunai.

Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) memiliki kesepakatan untuk melakukan perluasan kerjasama dalam meningkatkan elektronifikasi di jalan tol, yakni penggunaan Transaksi Non tunai menggunakan kartu/uang elektronik.

Kerjasama BI dan Kementerian PUPR itu tertuang dalam kesepakatan bersama antara BI dan Kementerian PUPR yang Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo dan Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D pada hari ini 31 Mei yang lalu di Jakarta.

Kerjasama Bi dan Kementerian PUPR untuk Transaksi Nontunai di Pintu Tol (dok. KemenPUPR)
Kerjasama Bi dan Kementerian PUPR untuk Transaksi Nontunai di Pintu Tol (dok. KemenPUPR)

Selain melakukan koordinasi dengan BI, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengeluarkan perintah pelaksanaan transaksi non-tunai multibank di seluruh gardu tol. BPJT juga tengah menyusun rancangan Peraturan Menteri yang mengatur tentang Sistem Transportasi Cerdas Jalan Tol (STCJT).

Untuk saat ini ada 5 bank yang siap untuk memberikan layanan Transaksi Nontunai melalui penggunaan uang elektronik di pintu jalan tol. 5 Bank tersebut adalah PT. Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), PT. Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI), PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI), PT. Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) dan PT. Bank Central Asia Tbk (Bank BCA).

Transaksi Nontunai ada di Semua Pintu Tol

Pemerintah Indonesia memiliki target pada Oktober 2017 ada 35 ruas pintu tol tak lagi menerima transaksi tunai atau uang fisik. Pada Mei 2017, baru 25 % dari 35 ruas pintu tol di Indonesia yang memanfaatkan penggunaan Transaksi non tunai.

Transaksi Nontunai di Pintu tol akan mengurangi cukup banyak waktu di pintu tol. Antrian yang panjang juga bisa diminimalisir. Jika menggunakan tunai bisa sekitar 8 detik hingga 15 detik, maka jika menggunakan transaksi non tunai bisa sekitar 2-3 detik saja. Cukup banyak waktu yang dipangkas, apalagi jika dikalikan dengan jumlah kendaraan yang memanfaatkan transaksi nontunai ini.

Transaksi Nontunai di jalan Tol sangat bermanfaat bagi pengguna jalan tol dan operator jalan tol juga. Bagi pengguna jalan tol; tentunya akan mempermudah transaksi agar lebih cepat, aman dan nyaman. Pembayaran akan lebih cepat karena hanya dengan menempelkan dan tak ribbet dengan uang kembalian.

Sedang untuk Operator jalan tol akan juga sangat bermanfaat juga. Akan mengurangi bahkan menghapus resiko keteledoran atau kecurangan oleh operator. Selain itu pula resiko penerimaan uang palsu, resiko salah perhitungan hingga resiko pada keamanan pengumpulan uang bisa ditekan. Jadi, sebelum Oktober 2017, jika Anda pengguna jalan tol bersiaplah menggunakan Transaksi Nontunai di Pintu Tol. [SH]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here