Grab semakin agresif dalam melebarkan sayap bisnisnya dan menancapkan kukunya di kawasan Asia Tenggara. Senin kemarin, perusahaan asal Malaysia ini melakukan aksi korporasi terbesar dalam bisnis digital, yaitu dengan mengakuisisi layanan nontunai Uber di kawasan. Setelah Akuisisi Uber, Grab Fokus pada Tiga Layanan Nontunai.

Awal tahun 2018 lalu, Grab sudah fokus membesarkan sistem pembayaran nontunainya dengan mengakuisisi iKaaz–dan sebelumnya Kudo–untuk memperkuat layanan GrabPay. Jangkauan GrabPay juga semakin luas setelah bergabung dengan dompet digital OVO dari Grup Lippo.

Nah, apa rencana Grab setelah mengambil-alih Uber?

Group CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan mengungkapkan Grab berambisi memperluas kepemimpinannya sebagai platform terefisien dari segi biaya di Asia Tenggara dengan cara mengambil alih operasional dan aset-aset Uber di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

“Akusisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara,” kata Anthony Tan.

Selain efisiensi, layanan-layanan nontunai yang dimiliki Grab juga akan dikembangkan agar segera menyebar di semua negara-negara Asia Tenggara.

Berikut tiga layanan yang jadi fokus pengembangan Grab setelah mengambil alih semua layanan Uber di kawasan Asia Tenggara:

  • Layanan Pesan-Antar Makanan. Grab akan mengembangkan layanan pengiriman makanan GrabFood yang sedang berkembang pesat di Indonesia dan Thailand. Dengan bergabungnya Uber, maka layanan Uber Eats yang sudah hadir di Singapura dan Malaysia akan berubah nama menjadi GrabFood. Layanan titip dan kirim makanan milik Grab ini ditargetkan akan tersedia di seluruh negara-negara besar Asia Tenggara pada semester pertama 2018.
  • Layanan Transportasi Online: Grab akan mengembangkan layanan transportasi utamanya yang bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan transportasi dan produsen kendaraan di tiap-tiap negara. Grab juga akan berkolaborasi dengan pemerintah dan operator transportasi publik untuk menghubungkan layanan transportasi publik dan menciptakan pengalaman komuter multi-moda yang mulus dan terintegrasi. Marketplace GrabCycle yang baru-baru ini diluncurkan untuk layanan berbagi sepeda dan perangkat mobilitas pribadi, serta GrabShuttle Plus untuk sejumlah rute bus on-demand merupakan pilot dari visi tersebut.
  • Layanan pembayaran dan keuangan: Grab akan terus meningkatkan dan mengembangkan rangkaian layanan Grab Financial, antara lain pembayaran mobile, pembiayaan mikro, asuransi dan layanan keuangan lainnya bagi jutaan konsumen yang memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan, wirausaha mikro, dan usaha modal kecil di kawasan Asia Tenggara. Dompet mobile GrabPay akan tersedia di seluruh negara besar Asia Tengara pada penghujung tahun 2018.

Grab merupakan platform online-to-offline (O2O) nomor satu di Asia Tenggara. Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh di lebih dari 90 juta perangkat bergerak, memberikan penumpang akses terhadap lebih dari 5 juta mitra pengemudi dan agen, armada transportasi darat dan jaringan agen terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Grab beroperasi di 195 kota di delapan negara di Asia Tenggara, dan menawarkan pilihan layanan transportasi terbanyak termasuk mobil, motor, taksi, dan layanan carpooling, sebagai tambahan dari layanan pengantaran paket dan pesan-antar makanan.

Grab Financial meningkatkan akses terhadap layanan non-tunai untuk jutaan konsumen Grab di seluruh Asia Tenggara, dan menghubungkan masyarakat yang memiliki akses terbatas maupun yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan.

Leave a Reply