Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan, pemerintah saat ini  sedang menyiapkan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) di semua gerbang tol. Dengan teknologi nontunai sensorik ini, kendaraan tidak perlu berhenti saat melewati pintu tol.

Teknologi MLFF akan diterapkan di tanah air mulai Desember 2018. Artinya setelah kurun waktu satu tahun ke depan, kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi nontunai di tol akan berubah. Dari sebelumnya menggunakan media kartu, beralih ke media sensor yang lebih praktis.

MLFF tentu lebih canggih dari kartu uang elektronik. Karena kalau dengan kartu, kendaraan masih harus berhenti untuk menempelkan kartu ke mesin pembaca di pintu tol. Tapi saat nanti menggunakan sensor, kendaraan bisa melewati pintu tol tanpa harus menghentikan kendaraan.

‎”Kami sekarang ini kalau masuk jalan tol pakai tap atau pakai digosok. Tetapi arah kita ke multilane free flow, jadi semua kendaraan kalau masuk tol itu tidak perlu mengurangi kecepatan, karena secara sensorik sudah akan bisa didebit dan environment itu akan bisa dicapai di akhir tahun 2018,” kata Agus, akhir pekan lalu.

Pemberlakuan transaksi nontunai di semua pintu tol di Indonesia pada akhir Oktober nanti merupakan tahap awal dari rencana penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) di gerbang tol yang akan diimplementasikan akhir 2018.

MLFF merupakan proses pembayaran tol tanpa berhenti, dalam arti pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang atau pintu tol, sehingga transaksi pembayaran menjadi lebih efisien dan lancar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa sasaran akhir dari pemberlakuan 100% nontunai di tol ini merupakan awal dari program penerapan MLFF akhir tahun depan.

“Tahapan menuju pengembangan MLFF harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran nontunai, antara lain dengan penggunaan uang elektronik dan melalui sosialisasi bersama secara intensif di tingkat nasional,” kata Darmin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini