Smart Money Wave is My Way

 

 Oleh: Rodame Monitorir Napitupulu 

Dianggap sok keren? aneh? lucu? Atau bahkan norak? Saya sih tidak peduli! Bagi saya menjadi diri sendiri dengan memegang prinsip hidup dan gaya hidup yang diyakini benar adalah mutlak ‘hak’ pribadi seseorang. Sebagai seorang manusia biasa, jelas saya akan mencari yang terbaik selama menjalani hidup. Sebagai seorang ibu sekaligus tenaga pengajar, menjadi seorang problem solver yang dinamis adalah sebuah keharusan saat ini.  Menjalani profesi sambil terus mengikuti perkembangan zaman juga berusaha menjadi orang yang lebih baik. Itu wajib! Mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, bayar listrik, internet, beli pulsa, menjadi ‘tempat penitipan’ hingga hobi kulineran, semua toh bisa saya jalankan. Semua menjadi mudah, asal tahu caranya.

Belanja Kebutuhan Rumah Tangga dengan Smart Money Wave

Saya sering kali dipandangi semua orang ketika sedang antri dan melakukan pembayaran di kasir mini market. Saya yang baru saja tinggal di kota kecil Padangsidimpuan ‘kota salak’ ini, memang masih belum terbiasa dengan gaya hidup masyarakat disini. Maklumlah, meskipun saya asli orang Sumatera Utara tapi setiap daerah punya gaya hidup yang berbeda-beda. Meski begitu, saya tetap berusaha menjalankan rutinitas sesuai dengan yang saya yakini baik.

Hampir setiap bulan, bahkan dalam sebulan bisa 5-8 kali saya mampir dan berbelanja ke mini market dekat rumah. Mulai dari membeli susu anak-anak, perlengkapan rumah tangga, kebutuhan pribadi bahkan untuk menemani anak-anak jajan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari profesi utama saya ‘ibu rumah tangga’. Sebagai manajer keuangan, ini menjadi bagian dari tanggungjawab untuk menggunakan dan mengelola uang yang masuk dengan cara yang smart.

Kasir di mini market itu berada di dekat pintu masuk dan keluar. Biasanya ada dua orang yang siap siaga disana. Dengan senyuman manis di wajah, setiap saya masuk baik sendiri atau bersama anak dan suami, mereka dengan ramah menyambut saya. Karena sudah hafal dengan kami, saya yang biasanya disapa dengan panggilan kakak akan langsung membalas senyum mereka. Tidak jarang mereka langsung menawarkan berbagai promo menarik kepada saya. Maklum, namanya juga ibu-ibu, kalau sudah belanja jangan ditanya!

Selesai memilih-milih kebutuhan dan barang yang saya inginkan, saya berjalan menuju kasir. Mereka siap menyambut saya dengan pertanyaan “ini aja, Kak”. Biasanya, selalu ada saja yang kelupaan saya beli, mereka sudah hafal. Saya berjalan cepat mengambil barang kebutuhan yang hampir saya saya lupakan. Fiyuh, sedikit menghela nafas. “ya, udah kak, gak ada lagi”. Satu per satu barang yang saya beli discan hingga total pembayarannya pun dibacakan. Saya sudah tidak pernah lagi membawa uang tunai di dompet. Isi dompet saya sekarang hanya kertas, kartu identitas, kartu kesehatan dan yang tidak pernah saya lupa masukkan ke dalam dompet adalah kartu debit.

smart money wave is my way -rodame-com

Belanja Kebutuhan Rumah Tangga dan yang Lainnya dengan Kartu Debit (Dok. Rodame)

Yap, semenjak ‘sakit hati’ selalu diberi kembalian ‘permen’ setiap tidak memberikan uang tunai dengan jumlah yang pas, juga karena seringkali saya lupa menyimpan uang tunai dimana dan akhirnya ‘hilang’ tanpa jejak, akhirnya saya memilih untuk mengandalkan kartu debit. Saya mengeluarkan kartu debit dan menyerahkan ke kasir lalu mereka memprosesnya. Sistemnya memang masih meminta saya memasukkan pin (ada juga yang tanpa perlu memasukkan pin, prosesnya lebih cepat lagi), tapi tak apalah karena saya rasa cukup aman, karena saya selalu mengetik pin sambil menutup dengan tangan kiri. Tekan tombol berwarna hijau. “treeeeeet treetttt…….”, sebentar saja, hanya hitungan detik kertas bukti pemotongan pembayaran belanja saya sudah keluar. Struk belanja juga ikut mengiringi, kakak yang di kasir menggabungkannya dan menyerahkan semuanya termasuk kartu debit saya. Done! Simpan lagi kartu debit ke dalam dompet, boyong semua belanjaan dan pulang ke rumah. Tidak ada lagi permen di dalam dompet. I love it.

Membayar Berbagai Tagihan dengan Smart Money Wave

Lagi-lagi soal bayar-membayar. Kali ini soal membayar berbagai tagihan rumah tangga. Listrik, internet bahkan beli pulsa, sekarang saya tidak perlu antri ke loket pembayaran, menghabiskan waktu berjam-jam untuk antri bahkan tidak pernah telat bayar tagihan lagi, semenjak saya menggunakan aplikasi pembayaran tagihan secara online. Selain saya dapat diskon pembayaran tagihan yang lebih dari 100 ribu, saya juga dapat komisi karena jadi agennya. Modalnya gawai, internet dan lagi-lagi uang yang tersimpan di dalam rekening tabungan.

Setelah saya melakukan deposit sejumlah uang ke aplikasi tersebut, saya bisa membayar apa saja bahkan beli pulsa dalam hitungan menit. Dan pembayaran itu sah, saya tidak pernah ditagih karena tidak bayar. Saya sudah lakukan pembayaran non tunai ini sejak setahun ini dan selalu aman juga praktis sekali. Tidak ada lagi tumpukan kertas bukti pembayaran di dompet semua data dan bukti tersimpan secara elektronik. Paperless!

Menjadi ‘Tempat Penitipan’ dengan Smart Money Wave

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya semenjak saya menjadi dosen kontrak di salah satu kampus di Padangsidimpuan ini. Saya bertemu dengan orang-orang baru, saya setiap hari bersama dengan buku. Buku jadi ‘sahabat setia’ saya. Di dalam hidup, baru kali ini saya merasakan perubahan besar dalam hidup terutama dalam ‘kegilaan’ membeli buku-buku yang berkaitan dengan bahan ajar juga keilmuan saya.

Ketika di Bogor saya biasa membeli buku di toko buku kesayangan. Setiap masuk toko buku, saya seperti masuk ke ‘dunia lain’. Godaan untuk membeli semua isi toko itu menghampiri otak saya. Sayangnya itu semua tidak mungkin. Semenjak menetap di kota Padangsidimpuan, tidak ada lagi yang namanya toko buku terlengkap. Sedih? Jelaslah! Tapi itu tidak membuat saya kehilangan nafsu untuk berburu buku. Saya tidak mau kehilangan ide. Belanja buku secara online adalah solusinya.

Disini masih banyak yang tidak paham cara belanja online. Makanya sebagai tukang buku sampingan. Saya menerima jasa membelikan buku apapun kepada orang lain yang membutuhkan. Seperti baru-baru ini, saya membelikan buku berjudul ‘Kamus Istilah Ekonomi, Keuangan, & Bisnis Syariah A-Z’. Si penitip transfer uang ke rekening tabungan saya, saya belikan buku pesanannya secara online dan buku dikirim. Tidak ada transaksi dengan uang tunai.

smart money wave is my way -rodame-com

Pembayaran Apapun secara Elektronik (Dok. Rodame)

Bagaimana cara belinya? Saya belanja online di situs belanja online terpercaya langganan saya. Tidak harus berangkat ke toko buku lagi, sekarang saya bisa tetap membeli buku baik untuk pribadi maupun untuk orang lain meski jarak memisahkan ratusan bahkan ribuan kilometer dengan toko buku kesayangan. Dengan mengandalkan token dan internet, saya bisa belanja online dengan pembayaran melalui internet banking. Cashless!

Wajar saja, saya makin mencintai gerakan nasional non tunai. Mau sambil tiduran, sambil nyusuin anak, dasteran, modal jari saya tetap bisa belanja. Asik kan?

Kulineran dengan Smart Money Wave

Suka makan? Saya suka sekali makan dan mencoba makanan baru. Setidaknya satu kali dalam sebulan saya membeli makanan lalu kumpul bareng keluarga dan makan sambil haha hihi bersama anak-anak. Biasanya antriannya panjang di jam-jam ramai seperti makan siang. Hari ini berbeda bukan bersama keluarga tapi rekan sesama tenaga pengajar, saya sudah janjian dengannya pengen ngobrolin soal tips dan trik menulis di blog juga soal pekerjaan. Kami menggunakan kendaraan roda dua, berhenti di salah satu tempat makan dan setelah antri, pesan es krim favorit langsung bayar dengan kartu debit. Tidak pakai lama, selesai dan kami bisa duduk sambil menunggu pesanan datang. Padahal orang sebelum saya antrinya cukup lama karena masih mencari-cari uang di dalam dompetnya sambil menggendong bayinya. Terlihat sangat merepotkan. Andai saja ibu itu seperti saya, pasti akan sangat membantu.

smart money wave is my way -rodame-com

Kulineran dengan Smart Money Wave (Dok. Rodame)

Saya jadi ingat, sewaktu masih di Bogor, saya pernah menghadiri Festival Kuliner Serpong, disana sistem pembayarannya dengan kartu. Tidak pakai uang tunai sama sekali. Kita top up aja isi berapa kartunya di kasir depan gerbang, lalu kita bayar dengan uang tunai dan siap menjelajahi kuliner dari Sulawesi. Ada sop conro, es pisang hijau dan masih banyak lagi yang lainnya. Antriannya kan panjang-panjang sekali, bisa kalah bersaing kalau gak pake kartu, belum nyariin receh, uang pas, belum yang kalau uangnya kurang, pinjem dulu ke temen dan yang lainnya. Ribet kan ya. Tapi waktu itu, beneran praktis loh.

smart money wave is my way -rodame-com

Kulineran di Festival Kuliner Serpong dengan Kartu Debit Khusus (Dok. Rodame)

Beramal dengan Smart Money Wave

Sudah 2 tahun terakhir ini saya melakukan aktivitas ‘menabung untuk akhirat’ dengan smart money wave. Iya, saya bahagia sekali karena sekarang saya bisa kapanpun dan dimanapun beramal tanpa menggunakan uang tunai. Saya hanya perlu mengakses internet banking saya melalui laptop atau smartphone, didalamnya sudah terdata berbagai yayasan atau badan yang fungsinya adalah menyalurkan dana bantuan baik untuk kaum dhuafa bahkan bencana. Memilih salah satu atau bisa ke beberapa yayasan atau badan amal, masukkan jumlah yang akan disumbangkan, dan dengan sekejap proses selesai. Tercatat secara elektronik dan sangat praktis sekali.

Dibandingkan dengan memberi sedekah di jalanan yang menimbulkan banyak polemik, saya memilih cara smart dengan gerakan nasional non tunai tersebut. Teknologi dan internet memang kabar baik untuk saya, karena hidup sangat terbantu berkat kemajuan teknologi. Saya selalu percaya, teknologi dan internet jika digunakan untuk yang positif akan membawa dampak yang positif juga baik untuk diri sendiri, orang lain bahkan negara. Jadi, bisa kan beramal kapan saja dan dimana saja tanpa uang tunai?

smart money wave is my way -rodame-com

Transaksi Apapun dengan Internet Banking (Dok. Rodame)

Bahkan saya bisa menggunakan jasa transportasi kereta api commuter line. Tanpa antrian, tanpa memikirkan uang yang kembaliannya kurang, sangat cepat dan praktis.

smart money wave is my way -rodame-com

Kemana saja Nyaman dan Praktis dengan Kartu Multi Trip COMMET (Dok. Rodame)

Hanya dengan kartu multi trip COMMET seperti di bawah ini, saya bisa melaju kemanapun kaki melangkah :

smart money wave is my way -rodame-com

Kartu Commuter Line (Dok. Rodame)

Oke, jadi apa sih sebenarnya smart money wave?

Smart Money Wave adalah Gerakan Nasional Non Tunai sebenarnya sudah dicanangkan oleh Bank Indonesia sejak 14 Agustus 2014. Tujuannya apa? Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang bertransaksi non tunai dengan menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) dalam kegiatan ekonominya. Meski baru berumur sekitar 2 tahun, tapi saya sendiri sudah merasakan banyak sekali manfaat dari smart money wave, diantaranya adalah :

  1. Praktis. Ini jelas sekali saya rasakan. Semua transaksi terutama beli kebutuhan hidup sehari-hari sampai kebutuhan lainnya bisa dilakukan tanpa ‘pengorbanan’. Maksudnya adalah saya tidak harus mengorbankan sisa kembalian dengan ‘permen’ dan tidak perlu mengorbankan waktu untuk antri lama di kasir.
  2. Aman. Biasanya saya selalu waswas bawa uang tunai kemana-mana bukan masalah kuatir dicuri atau ditodong orang lain, masalahnya adalah saya sendiri agak kurang hati-hati menyimpan uang. Dengan tidak membawa uang tunai ketika berbelanja atau bertransaksi, hidup saya lebih aman dan tenang.
  3. Efisien. Penggunaan uang tunai yang banyak menandakan tingginya biaya produksi dalam pencetakan, peredaran dan pengelolaannya. Karena itu, gerakan nasional non tunai juga menjadikan saya lebih efisien karena saya tidak ikut mendukung peningkatan biaya produksi pencetakan, peredaran dan pengelolaan uang tunai. Sebagai warga negara yang baik, ikut mengurangi beban negara juga kan?
  4. Hidup go green. Gerakan nasional non tunai membuat saya ikut mengurangi penggunaan kertas untuk proses pencatatan berbagai transaksi maupun bukti pembayaran tagihan. Karena pencatatan transaksi akan dilakukan secara otomatis artinya kita membantu memudahkan proses penghitungan aktivitas ekonomi, sehingga dapat mencegah underground economy.
  5. Meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian (velocity of money). Penggunaan alat pembayaran non tunai ternyata dapat membantu meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian negara.

Sebagai mahmud (baca: mamah muda), saya sangat setuju jika smart money wave terus digalakkan. Perubahan sikap dalam melakukan berbagai transaksi atau pembayaran penting dalam rangka menciptakan Less Cash Society. Saya sudah melakukannya dan sudah merasakan banyak manfaatnya dalam kehidupan saya pribadi. Saya juga yakin, jika kita semua bergerak bersama-sama akan semakin mudah mewujudkannya.

I am #lesscashsociety -rodame

I am #lesscashsociety (Dok. Rodame)

I am #LessCashSociety, are you?

SUMBER
Cerita ini meraih juara pertama lomba blog GNNT Nontunai bertemakan “Smart Money Wave” yang diadakan Bank Indonesia dan Net, akhir 2016 lalu. Klik di sini untuk membaca artikel aslinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here