Shar-E Debit Gold

 

Produk perbankan syariah terus dikembangkan agar memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat. Hal ini melatar belakangi Bank Mumalat dalam peluncuran Shar-e Gold Debit di Wisma Nusantara, Jakarta beberapa waktu lalu.

Peluncuran produk tersebut dilatar belakangi upaya pionir perbankan syariah untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah pemegang kartu debet Bank Muamalat  ke seluruh dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Shar-e Gold Debit dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah Berteknologi Chip Pertama di Indonesia.

Shar-e Gold Debit merupakan wujud komitmen Bank Muamalat untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah terhadap layanan kami hingga ke 170 negara”, ujar Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin.

Menurut Arviyan, hal itu amat membanggakan mengingat teknologi chip merupakan teknologi yang masih langka diterapkan bagi kartu debit perbankan nasional saat ini. Dengan teknologi tersebut, nasabah akan bertransaksi lebih aman, terutama dari ancaman kejahatan penggandaan kartu (skimming).

Sementara itu,  Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia mengatakan, teknologi chip EMV menjadikan para pemegang kartu Visa Shar-E Gold Debit dapat meningkatkan keamanan dan perlindungan dari penipuan, menjadikan transaksi lebih cepat, nyaman dan mudah.

Dengan jaringan global dan teknologi kelas dunia Visa, para pemegang kartu juga dapat menikmati manfaat pembayaran non tunai namun tetap berpegang pada prinsip Syariah Islam.

Shar-e Gold Debit menyasar segmen nasabah berpenghasilan menengah dengan saldo rata-rata rekening tidak kurang dari Rp8,5 juta. Fitur bebas biaya pada seluruh merchant debit berlogo Visa menjadi keunggulan produk ini.Hal ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya cashless society diantara nasabah perbankan syariah.

Shar-e Gold Debit hadir dengan fitur bebas biaya di jutaan merchant berlogo Visa di seluruh dunia,semoga kehadiran produk ini dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat modern yang semakin enggan membawa uang tunai dan menerima pecahan kecil dalam bertransaksi”, jelas Direktur Ritel Bank Muamalat Adrian A. Gunadi.

Prosedur untuk mendapatkan Shar-e Gold Debit tak jauh berbeda dengan produk tabungan pada umumnya, nasabah cukup membawa identitas diri dan menyediakan saldo pembukaan sebesar Rp500.000,-. Untuk produk ini, nasabah dikenakan biaya administrasi bulanan senilai Rp7.500,- ditambah biaya kartu bulanan sebesar Rp1.500,-. Namun, biaya tersebut tidak menjadi masalah mengingat nisbah produk ini merupakan yang tertinggi dibanding produk Tabungan Bank Muamalat lainnya.

Sejatinya, Shar-e Gold merupakan penyempurnaan fitur dari produk Tabungan Ummat yang sebelumnya telah sedemikian dikenal.

“Bank Muamalat akan melaksanakan sosialisasi kepada para pemegang rekening Tabungan Ummat untuk datang ke kantor Bank Muamalat terdekat dan menukarkan kartu ATM Muamalat miliknya dengan kartu Shar-e Gold Debit tanpa dikenakan biaya”,tambah Adrian.

Aksesibilitas merupakan salah satu agenda penting bank berslogan Pertama Murni Syariah ini dalam menjaring nasabah ritel. Satu-satunya bank asal Indonesia yang telah membuka kantor cabang penuh (full branch) di Malaysia ini mengandalkan 4000 kantor pos untuk transaksi setor tunai gratis serta 39.000 ATM berlogo Bersama/Prima untuk transaksi tarik tunai bebas biaya.

Bank yang memiliki sekitar 380 kantor di seluruh Indonesia ini berencana menambah hingga 1000 mesin ATM hingga 2014.

“Pengembangan produk ritel sangat penting dalam meningkatkan jumlah nasabah dan menghimpun dana secara kompetitif, seluruh fitur dan infrastruktur berbasis ritel akan terus kami tingkatkan dimasa datang“, tutup Arviyan. (WEBTORIAL)