Sejak Jumat (25/08) sore lalu, transaksi nontunai di ribuan ATM mengalami gangguan massal akibat adanya kendala teknis pada satelit Telkom-1 milik PT Telkom Indonesia.

VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan, gangguan atau anomali pada satelit Telkom 1 terjadi pada pukul 16.51 WIB yang berakibat pada pergeseran pointing antena satelit, sehingga semua layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu.

Setelah gangguan muncul, Telkom dan Lockheed langsung melakukan pemulihan, dan dilaporkan masih berlangsung hingga Sabtu (26/08) sore, pukul 16.00 WIB.

“Sebagai langkah antisipasi dan untuk kontinuitas kualitas layanan kepada pelanggan, Telkom saat ini melakukan recovery layanan transponder dengan mengalihkan sejumlah pelanggan ke transponder satelit Telkom 3S dan satelit lainnya,” kata Arif dalam penjelasan resminya.

Proses migrasi pelanggan Telkom 1 dimulai Sabtu kemarin hingga seluruh pelanggan termigrasi. Dengan solusi migrasi ke satelit lain, diharapkan layanan pelanggan dapat kembali berjalan dengan normal.

“Atas kejadian ini Telkom menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya para pelanggan yang terganggu,” ungkap Arif.

Ribuan ATM Mati

Akibat gangguan satelit ini, ribuan ATM mengalami gangguan atau tidak bisa digunakan sama sekali oleh nasabah yang ingin bertransaksi nontunai.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, masalah pada Satelit Telkom menyebabkan gangguan koneksi pada 3 ribu mesin ATM dari 15 ribu ATM BCA yang tersebar di Indonesia.

Gangguan juga terjadi di 2 ribu ATM Mandiri, dari total 17.695 ATM yang dimiliki oleh bank BUMN tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas menuturkan, yang mati adalah 2.000 ATM yang menggunakan jaringan Very Small Aperture Terminal (VSAT). Kebanyakan ATM yang terdampak itu berada di daerah luar

“Yang gunakan Telkom 1, ATM, nih ceritanya seperti disini (Lombok) ya parabolanya VSAT yang terkena. Rata-rata yang pakai VSAT yang di daerah agak luar. Kalau kota besar itu pakai jaringan GSM,” ujar Rohan, di Lombok, Sabtu (26/8) malam, seperti dikutip Merdeka.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here