Ulasan kartu kredit kali ini akan dimulai dengan satu pernyataan tegas bahwa pembayaran tagihan minimum 10 persen adalah racun kartu kredit yang musti Anda hindari. Mengapa?

Mari kita uraikan cara kerja kartu kredit sehingga Anda paham betul bagaimana pembayaran minimum kartu kredit dapat meracuni keuangan Anda.

Setiap lembar tagihan muncul, penerbit kartu kredit punya kiat agar pemegangnya tetap bisa menggunakan kartu meskipun belum mampu melunasi tagihan berjalan. Kiat itu berbentuk pembayaran minimum 10% dari total tagihan.

Misalnya, bulan ini total tagihan yang muncul sebesar Rp 10 juta. Pemegang kartu boleh membayar 10% nya saja atau hanya Rp 1 juta. Sisa tagihan yang belum dibayar akan dikenakan beban bunga, lalu totalnya akan diakumulasikan ke tagihan bulan berikutnya.

Bagi pemegang kartu kredit, fitur ini bisa menjadi madu sekaligus racun. Madunya, si pemilik kartu masih bisa menggunakan kartu itu untuk transaksi di toko dan tidak dikejar-kejar penagih utang (debt collector). Membayar dengan minimum tagihan tentu lebih baik daripada tidak membayar sama sekali.

Kalau tidak bayar tagihan atau telat bayar, Anda akan dikenakan biaya keterlambatan. Beberapa bank penerbit kartu kredit bahkan sudah akan mengerahkan tim penagih utang yang dengan sigap akan mengingatkan atau menagih utang yang belum Anda bayar, meskipun telat atau nunggaknya baru satu bulan.

Lalu bagaimana racunnya?

Racunnya, si pemilik kartu punya beban tagihan berlipat di bulan berikutnya. Lama kelamaan, kadar racunnya semakin berat seiring dengan semakin besarnya jumlah tagihan plus bunga yang harus dibayar.

Simulasinya begini: Katakan penggunaan kartu kredit si A baik untuk belanja, bayar cicilan dan autopay, tidak pernah kurang dari Rp 10 juta. Karena bulan sebelumnya dia hanya bayar Rp 1 juta, maka pokok utangnya bertambah jadi Rp 19 juta. Ditambah dengan beban bunga sebesar 2,25%, maka total tagihan bulan berikutnya jadi sebesar Rp 19,2 juta.

Kalau di bulan berikutnya masih membayar minimum 10% atau katakanlah hanya sebesar Rp 2 juta dari total Rp 19,2 juta di atas, silakan hitung berapa tagihan di bulan berikutnya dan di bulan berikutnya lagi.

Lama-lama, jika tradisi bayar minimum ini tidak dihentikan, sementara jumlah biaya untuk gaya hidup Anda juga berkurang, dan di lain sisi pendapatan Anda segitu-segitu saja,  maka Anda akan jadi orang bangkrut yang tidak berdaya membayar tagihan kartu kredit yang angkanya bisa mencapai Rp 100 juta!

Anda bisa lihat sendiri, bagaimana jumlah utang yang awalnya hanya Rp 10 juta, berakhir dengan total Rp 100 juta. Di banyak kasus, mereka yang tercekik tagihan kartu kredit akan melepas aset berharga miliknya, seperti mobil, perhiasan atau tanah, hanya untuk melunasi tagihan kartu kredit.

Jadi, tetaplah bijak dalam menggunakan kartu kredit. Sedapat mungkin hindari pembayaran minimum 10 persen!

Leave a Reply