Perluas Transaksi Nontunai di SPBU, Pertamina Gandeng Visa. Untuk memperluas transaksi nontunai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamina menggandeng Visa dalam penyediaan layanan menggunakan kartu Visa di SPBU Pertamina di seluruh Indonesia.

Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina Jumali mengatakan, Pertamina berusaha menghadirkan kemudahan bagi konsumen, salah satunya dengan menfasilitasi pembelian BBM secara aman dan nyaman di SPBU Pertamina. Untuk merealisasikan program Transaksi Nontunai di SPBU tersebut, PT. Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu menandatangani kontrak kerjasama dengan PT. Visa Worldwide Indonesia (Visa).

Transaksi Nontunai di SPBU Pertamina Gandeng Visa-www.nontunai.com
Pertamina Gandeng Visa (dok.bisnis)

“Kami mengerti tradisi membayar BBM di SPBU dengan nontunai akan menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang. Untuk itu, kami terus berupaya meningkatkan layanan dengan menghadirkan fasilitas transaksi pembayaran non tunai (Transaksi Nontunai di SPBU) bagi konsumen,”ujar Jumali usai penandatangan kerjasama di Jakarta.

Menurut Jumali, Visa sebagai pemimpin dalam pembayaran digital terbesar di dunia merupakan strategic partner Pertamina dalam menciptakan pola transaksi di SPBU secara non-tunai (cashless).

Transaksi Nirkontak

President Director PT. Visa Worldwide Indonesia Harianto Gunawan mengatakan, Visa bangga untuk dapat berkomitmen bersama Pertamina dalam memberikan solusi digital dengan Transaksi Nontunai. Selain untuk mengurangi penggunaan uang tunai, konsumen akan mendapatkan pengalaman bertransaksi yang lebih di outlet-outlet Pertamina secara lebih cepat, mudah, nyaman serta aman.

“Sebagai strategic partner  Pertamina, Visa akan membawa teknologi pembayaran digital termasuk nirkontak dan pembayaran dengan menggunakan ponsel sebagai bagian dari peta perjalanan digital kami, seiring dengan bergesernya tren pembayaran masyarakat di Indonesia menggunakan ponsel,” ungkap Harianto.

Sebuah penelitian bertajuk Consumer Payment Attitudes Study yang dilakukan pada tahun 2017 mengungkapkan, tiga dari empat responden akan memilih pembayaran nirkontak daripada tunai apabila pembayaran dengan metode tersebut tersedia dengan luas. Selain itu, 70 persen responden mengatakan bahwa mereka tertarik untuk mencobanya.

Secara lebih luas, selain bermanfaat bagi pemerintah, pembayaran elektronik dapat menciptakan iklim usaha yang lebih stabil dan terbuka, pembayaran elektronik juga membantu meminimalisasi kegiatan ekonomi yang melibatkan uang tunai serta memberikan jaminan pembayaran untuk pedagang (merchant) serta mendorong inklusi keuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here