Elektronifikasi pembayaran atau transaksi nontunai di jalan tol sudah diberlakukan secara nasional sejak akhir Oktober lalu. Dan sampai tanggal 13 November 2017, tingkat penggunaan uang elektronik (Unik) di tol secara keseluruhan tercatat sudah mencapai 98%.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna. Tapi sampai minggu kedua November, masih ada ruas tol yang belum 100 persen memberlakukan kebijakan transaksi nontunai di tol, sebagian besar berada di luar Jabodetabek.

“Sejauh ini prosesnya masih terus berjalan. Namun demikian, ada beberapa lokasi yang masih belum menjalankan elektronifikasi,” ungkap Herry di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).

BPJT merinci empat ruas tol di luar pulau Jawa yang belum 100 persen menerapkan transaksi nontunai di tol. Yaitu:

  • Ruas tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, 85% transaksi nontunai.
  • Ruas tol Ujung Panda seksi 1&2, 69% transaksi nontunai.
  • Ruas tol Makassar seksi IV, 74% transaksi nontunai.
  • Ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, 78% transaksi nontunai.

“Alasannya, di daerah masih sulit mencari kartu dan kesulitan untuk topup. Ini sedang kami carikan solusinya,” papar Herry.

Di pulau Jawa sendiri, baru tiga ruas tol yang sudah menjalankan 100% elektronifikasi pembayaran, yaitu ruas tol Surabaya-Gresik, Tangerang-Merak, dan Simpang Susun Waru-Bandara Juanda. Sementara 13 ruas tol lainnya belum 100 persen nontunai.

Sedangkan di kawasan Jabodetabek, tercatat satu ruas tol yang belum menjalankan kebijakan elektronifikasi tol secara penuh, yaitu Jakarta-Cikampek, tapi angkanya sudah mencapai 99%.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini