Pelindo III Luncurkan Uang Elektronik e-Port

Peluncuran e-Port, uang elektronik Pelindo III hasil kolaborasi dengan BNI Tap Cash. (Foto: Pelindo III)

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III) menerbitkan alat transaksi non tunai berbentuk uang eletronik (unik) dengan nama e-Port.

Kartu nontunai yang diterbitkan bersama BNI ini dapat digunakan oleh semua pengguna jasa kepelabuhanan yang ada di lingkungan Pelindo III.

Sinergi dua BUMN dalam mensukseskan gerakan nontunai ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Keuangan Pelindo III U. Saefudin Noer dan Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (3/8) lalu.

Saefudin Noer mengatakan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata dukungan BUMN dalam mendorong peningkatan perekonomian nasional. Menurutnya penggunaan layanan perbankan dalam transaksi kepelabuhanan akan mempermudah proses bisnis di Pelindo III.

“Layanan ini tentunya akan meningkatkan produktivitas di pelabuhan, semakin mudah dan cepat proses transaksi keuangan semakin cepat pula proses bisnis di lapangan,” katanya.

Adi Sulistyowati menjelaskan bahwa e-Port menggunakan layanan uang elektonik Tap Cash yang sudah terdaftar di Bank Indonesia. Penerapan e-Port menjadi salah satu sistem pembayaran yang terintegrasi (Integrated Payment System) yang dibangun BNI untuk Pelindo III.

“BNI telah turut membangun Integrated Payment System di Pelindo III yang meliputi Billing System, Autocollection dan e-Port Tap Cash,” jelasnya.

Sulistyowati menambahkan bahwa penggunaan kartu tap cash e-Port diharapkan mampu mengurangi antrian saat pembayaran digerbang masuk pelabuhan. “Kartu ini lebih efisien karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian dan seluruh transaksi dapat terekam dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pelindo III Widyaswendra mengatakan bahwa sebagai BUMN kemaritiman Pelindo III tengah menjadi perhatian pemerintah untuk itu peningkatan produktivitas pelabuhan harus dilakukan agar dapat memberikan dampak positif dalam menekan biaya logistik nasional. Semakin cepat layanan yang diberikan oleh Pelindo III kepada pengguna jasa kepelabuhan, semakin efisien pula biaya yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa.

“Pengguna jasa Pelindo III kebanyakan adalah perusahaan pelayaran, kapal ini menghasilkan uang dengan berlayar. Semakin lama di pelabuhan semakin besar biaya yang dikeluarkan, ini akan berdampak pada harga barang,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan beri komentar!
Masukkan nama Anda di sini