Anda sedang berencana mengajukan kepemilikan kartu kredit? Atau ingin sekali punya kartu kredit? Kartu kredit merupakan salah satu alat pembayaran favorit yang banyak digunakan Non Tunai oleh masyarakat modern di dunia.

Tapi, sebelum Anda benar-benar mengisi aplikasi untuk memiliki kartu kredit, sebaiknya tanyakan lagi ke diri Anda sendiri, apa sebenarnya motivasi Anda punya ‘kartu sakti’ ini. Kalau kartu itu benar-benar Anda butuhkan, berarti yang akan Anda miliki nanti adalah sebuah alat pembayaran nontunai. Tapi kalau si kartu sekedar benar-benar Anda inginkan, bersiaplah memegang kartu panas yang dapat merepotkan keuangan bulanan Anda.

Nah, berikut ada 6 hal penting dan terkait erat dengan kartu kredit yang perlu Anda pelajari dan pahami. Mudah-mudahan, setelah baca artikel ini, motivasi Anda dari sekedar menginginkan kartu kredit, dapat berubah menjadi membutuhkan kartu kredit.

1. Di Mana Saja Bunganya Sama Saja

Kabar buruk buat yang mencari perbedaan suku bunga kartu kredit, sebab SEMUA penyedia kartu kredit rata-rata memegang pakem 2,95 persen per bulannya. Nah yang sedikit beda tipis adalah annual fee alias iuran tahunan. Ada sebagian penyedia kartu kredit yang membebaskan biaya tahunan kartu kredit, ada juga yang meminta untuk membayar.

Kalau kamu memilih membayar iuran tahunan, coba bandingkan terlebih dahulu dengan seksama  mana iuran tahunan yang paling nyaman di kantong kamu. Sebab kamu tidak perlu pusing lagi soal bunganya. Semua sama!

2. Bijak Tarik Tunai Karena ini Kartu Kredit

Belum banyak yang tahu kan kalau kamu sebenarnya bisa tarik tunai menggunakan kartu kredit? Berapa banyak sih kamu bisa tarik tunai? Jawabannya, tergantung dari kebijaksanaan bank. Biasanya nilai tarik tunai antara 40-60 persen dari sisa limit yang tersedia.

Tapi, jangan keburu senang. Yang harus diingat adalah, suku bunga tarik tunai lebih mahal daripada suku bunga kartu untuk penggunaan regular. Coba hitung, kalau biaya tarik tunai bulanan kamu 4-4,5%, maka kamu akan membayar kurang lebih 54% dalam setahun!

Dan  harap berlapang dada apabila penyedia kartu kredit mengenakan dua kali bunga. Yang pertama bunga untuk untuk tarik tunai, dan yang kedua bunga untuk total tagihan.

3. Telat Bayar = Kantong Jebol

Tahukah kamu, kalau telat bayar kartu kredit, artinya kamu membayar dua kali bunga. Biaya keterlambatan membayar kartu kredit ini rata-rata 3 persen. Jadi selain harus membayar 2,95 persen untuk total tagihan yang ada di kartu, kamu juga harus membayar 3 persen dari total tagihan akibat keterlambatan pembayaran.

Oleh karena itu bayar kartu kredit kamu dengan tepat waktu dan lunas! Kalau memang dananya tidak mencukupi, setidaknya bayarlah dua atau tiga kali dari besarnya pembayaran minimal.

4. Kebanyakan Mengajukan Kartu Kredit Membuatmu Tidak Dipercaya

Memiliki kartu kredit memang terlihat keren, tapi ingat, kartu kredit bukanlah penghasilan, itu utang. Dan harus dibayar!

Buat yang penghasilannya pas-pasan, antara Rp3 juta-Rp10 juta hanya boleh memiliki maksimal dua  kartu kredit. Semakin kamu sering apply kartu kredit maka bank akan mencurigai antusiasme kamu berburu kartu kredit.

5. Kelonggaran Kenaikan Limit Selama di Luar Negeri

Yang sering bepergian pasti tahu bahwa ada kalanya kita membutuhkan banyak uang saat di luar negeri. Mengandalkan uang tunai saja kadang tidak cukup. Ekstra dana tersebut biasanya kita dapatkan melalui kartu kredit.

Hubungi bank penyedia kartu kredit dan informasikan bahwa kamu akan melakukan perjalanan ke luar negeri selama beberapa waktu dan membutuhkan kenaikan limit untuk antisipasi lonjakan keperluan dana selama di luar negeri. Persetujuan pengajuan kamu bisa dilakukan dalam waktu satu hingga tujuh hari kerja.

6. Hitung Kembali Berapa Sebenarnya yang Kamu Bayar

Yuk kita berhitung berapa harga yang sebenarnya kita bayarkan saat kita membeli sesuatu menggunakan kartu kredit. Misalnya kamu membeli barang seharga 120.000 Rupiah, bunga kartu kredit kamu 2,95 persen, maka uang yang harus kamu bayarkan adalah:

Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
Rp120.000 – Rp40000 (asumsinya kamu membayar awal) = 80.000Total Tagihan: 80.000 Rp80.000-(asumsinya kamu tidak bisa bayar) = Rp80.000Maka akan dikenakan bunga: 2.95%xRp80.000 = Rp2.360Total Tagihan:  Rp80.000+Rp2.360=Rp 82.360 Rp82.360 – (kamu telat bayar tagihan) = Rp82.360Maka dikenakan bunga:  2.95%xRp82.360= Rp2429,62Tagihan: Rp82.360+Rp2429,62= Rp84.789,62Denda keterlambatan: 3% x Rp84.789,62=Rp2543,688Total tagihan: Rp84.789,62+Rp2543,688= Rp87.333,308

Bijaksanalah memilih kartu kredit! Bandingkan baik-baik lewat situs perbandingan kartu kredit HaloMoney sebelum kamu memutuskan apply kartu kredit yang paling cocok.

Sumber:

id_id-fullcolor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here