OJK Didik Penyalur dan Penerima Bansos Nontunai di 24 Kota

OJK Didik Penyalur dan Penerima Bantuan Sosial Nontunai di 24 Kota
Acara Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Graha Sativa Perum Bulog Jatim, Jalan Raya Ahmad Yani 146, Surabaya, Kamis (23/3/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co.

OJK Didik Penyalur dan Penerima Bantuan Sosial Nontunai di 24 Kota. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun ini sedang menggelar 30 program edukasi keuangan untuk para penyalur dan penerima bantuan sosial (bansos) nontunai di 24 kota. Kegiatan tersebut dimulai dari Makassar pada bulan Februari lalu.

Hingga saat ini, sudah tiga kota yang disambangi, yaitu Makassar, Kota Bekasi dan Surabaya.

Minggu lalu, OJK menggelar kegiatan edukasi keuangan di Kota Surabaya bagi 200 peserta Agen Penyalur Bantuan Sosial Nontunai, Pendamping, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Acara yang digelar pada hari Kamis (23/3/2017) itu juga diikuti oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau para penerima bantuan sosial (bansos).

Pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi edukasi keuangan non tunai bukan tanpa alasan. Kota tersebut tercatat sebagai salah satu penerima bansos dengan jumlah besar, yang jumlahnya mencapai 70 ribu penerima.

Kegiatan ini merupakan upaya OJK dalam mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 (PerPres No 82/2016) tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), khususnya Pilar 1 Edukasi Keuangan dan Pilar 4 Pelayanan Keuangan pada Sektor Pemerintah mengenai penyaluran program bantuan sosial secara nontunai.

Penyaluran bantuan sosial menggunakan alat transaksi nontunai diatur dalam PerPres No 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Inisiasi penyaluran bantuan sosial secara nontunai sendiri telah dilaksanakan dalalm Program Bantuan Pangan, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir Februari 2017 lalu.

Dalam kegiatan ini, OJK bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Kepala OJK Regional IV Jatim Sukamto menjelaskan, implementasi SNKI dituangkan dalam rangkaian kegiatan edukasi di Surabaya selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 23-25 Maret 2017.

“Kegiatan edukasi keuangan tanggal 23 Maret 2017 dilaksanakan bagi masyarakat berpendapatan rendah melalui pembekalan bagi 200 Agen Penyalur Bantuan Sosial Nontunai (bansos), Pendamping, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos,” tegas dia, di sela acara, seperti dikutip anciety.co.

Edukasi Nontunai di Kota Bekasi

Kegiatan edukasi keuangan serupa pertama kali dilakukan OJK di Makassar pada tanggal 21 Februari 2017. Lalu berlanjut di Kota Bekasi tanggal 16 Maret 2017.

Saat pelaksanaan kegiatan edukasi di Kota Bekasi, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, edukasi keuangan ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman agen penyalur bansos, pendamping, tenaga kesejahteraan serta para penerima seputar pengelolaan keuangan.

Sekaligus dapat mendorong penerimanya menyisihkan dana bantuan yang diterima untuk ditabung, yang pada giliran berikutnya  dapat mulai memanfaaatkan produk-produk keuangan mikro seperti basic saving account (BSA), tabungan emas, asuransi mikro, dan kredit mikro.

“Program bantuan sosial nontunai menjadi pintu masuk buat mereka ke dalam sektor keuangan. Sehingga mereka perlu dibekali tidak hanya dengan teknis penerimaan dana bansos, namun sudah saatnya mereka mendapatkan pengetahuan untuk memanfaatkan produk keuangan sesuai kebutuhan,” kata Kusumaningtuti di sela-sela acara edukasi di Kota Bekasi, 16 Maret 2017.

Roadshow Edukasi Bansos Non Tunai

Selain itu, keterampilan pengelolaan keuangan sangat diperlukan oleh masyarakat yang tidak mampu untuk mengatur keuangan dan selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Peran agen, pendamping, dan TKSK dalam penyaluran dana bansos sangat besar, khususnya dalam memberikan edukasi dan pendampingan bagi para penerima bansos agar dapat memanfaatkan sebaik-baiknya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menabung dan kegiatan produktif lainnya.

Kegiatan ini juga mendorong peserta edukasi menjadi Agen Literasi dan Inklusi Keuangan untuk melakukan edukasi dan pendampingan pengelolaan keuangan bagi penerima manfaat.

Roadshow edukasi nontunai 2017 yang digelar di 24 kota menyasar banyak kalangan, yaitu: Instruktur PAP TKI dan CTKI, Agen dan Pendamping Bansos, Masyarakat di pedalaman sungai dan perbatasan wilayah Indonesia, Guru dan Dosen; UMKM; Perempuan; Pemerintah Daerah dan Penyuluh.

Metode edukasi yang akan digunakan adalah Training of Trainers, Edukasi Komunitas dan Outreach Program.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan beri komentar!
Masukkan nama Anda di sini