Pengelola MRT Jakarta diminta untuk menggunakan alat pembayaran nontunai tanpa kartu, bukan uang elektronik (unik) berupa kartu seperti digunakan moda transportasi lain. Mass Rapid Transit diharapkan dapat bersinergi dengan penyedia nontunai berbasis server yang menggunakan aplikasi mobile.

Usulan sekaligus tantangan itu disampaikan Menkominfo Rudiantara, beberapa waktu lalu. “Jangan bikin ribet masyarakat. Jadi kalau menurut saya, manfaatkan yang sudah ada yang masyarakat sudah nyaman, go pay, tcash dan lainnya,” ujar Chief Rudiantara seperti dikutip BUMN Track.

Rudiantara berharap uang elektronik tanpa kartu itu lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga mereka merasa nyaman. “Kalau kita bikin baru lagi baru lagi nanti investasinya besar lagi,” imbuhnya.

Berdasarkan data MRT Jakarta, hingga tanggal 15 Desember 2017, progres pembangunan infrastruktur secara keseluruhan sudah mencapai 88,5 persen. Dengan rincian, pembangunan sarana jalur layang atau elevated mencapai 82,59 persen dan jalur bawah tanah sudah menyentuh angka 94,59 persen.

Pada tahun 2018 ini, PT MRT akan fokus pada finalisasi pembangunan, misalnya tenant retail stasiun dan arsitektur. Kontraktor moda transportasi modern itu sejak akhir tahun lalu sedang melakukan uji coba atau commissioning di trek yang terletak di pabriknya di Nippon Sharyo Jepang.

Leave a Reply