Minimalisir Kemacetan, Masuk Tol Wajib Pakai Non Tunai

Untuk mengurai kemacetan, pemerintah menargetkan seluruh gerbang tol Jakarta sudah menerapkan sistem pembayaran non tunai di akhir 2017. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Pungky Purnomo Wibowo, beberapa waktu lalu.

“Tahun ini ditargetkan semua tol di Jakarta pakai nontunai,” ungkap Pungky, di malam anugerah lomba Blog dan Video Bank Indonesia “Smart Money Wave”, Sabtu (11/3).

Bank Indonesia mendorong pemberlakuan nontunai di semua pintu tol Jakarta untuk mempercepat terbentuknya masyarakat pengguna nontunai. Selain itu, kebijakan ini diambil untuk mengurangi kemacetan di jalan raya yang bersumber dari transaksi di gerbang tol.

Senada dengan Pungky, Kepala BPJT Herry TZ mengungkapkan, pihaknya bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), BI, dan perbankan sedang bekerja mendukung gerakan non tunai. Salah satunya meningkatkan transaksi pembayaran nontunai alias elektronik di jalan tol.

Non Tunai Masih Rendah

Herry lebih jauh menjelaskan, saat ini penetrasi penggunaan transaksi pembayaran elektronik di gerbang tol baru mencapai 23 persen. Targetnya 100 persen di 2017.

“Nanti akan meningkat, kan sekarang 23 persen, kemudian naik jadi 30 persen-40 persen. Harapannya bisa 100 persen di 2017,” kata Herry seperti dikutip Liputan6.com.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memandang rencana tersebut merupakan terobosan di jalan tol yang harus dilakukan dengan melihat semakin meningkatnya volume kendaraan.

“Logikanya, dengan adanya pelayanan non tunai itu justru meningkatkan pelayanan, bukan malah mengurangi pelayanan,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada Liputan6.com, Selasa (14/3/2017).

Tulus menilai, sistem pembayaran jalan tol yang saat ini diterapkan di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain dunia. Untuk itu, inovasi pembayaran demi mengurangi kemacetan sangat penting.

Saat ini, beberapa akses masuk tol di Jakarta sudah tidak melayani pembayaran tunai, seperti di pintu tol Semanggi. Dampaknya, antrian kendaraan di daerah tersebut berkurang, meskipun belum mampu mengurai kemacetan. Hal ini disebabkan terlalu banyak volume kendaraan yang melintasi kawasan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan beri komentar!
Masukkan nama Anda di sini