Per tanggal 31 Oktober nanti, semua pintu tol di tanah air wajib menggunakan sistem pembayaran nontunai. Sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pengelola tol terus mempersiapkan diri jelang pemberlakuan 100% nontunai akhir bulan ini.

Secara nasional, penetrasi nontunai di semua gerbang tol tanah air dilaporkan sudah mencapai 80 persen. Nah, bagaimana persiapan yang sedang dilakukan ke-5 pengelola tol?

1PT Marga Mandalasakti

PT Marga Mandalasakti yang mengelola jalan tol Tangerang-Merak berusaha mengejar penetrasi pembayaran nontunai di pintu-pintu tol yang dikelola. Salah satu BUJT ini mengoperasikan ruas jalan tol sepanjang 72,45 km yang menghubungkan Tangerang Barat sampai Merak, ujung barat Pulau Jawa.

“Penjualan kartu kami fokuskan di gerbang-gerbang, di ruas kami yang belum 100% (non tunai),” kata Deputi Direktur Operasi PT Marga Mandalasakti Adhi Resza, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Minggu (15/10).

2PT Lintas Marga Sedaya (LMS)

Sementara itu, LMS sudah menerapkan pembayaran secara non tunai di seluruh gerbang tolnya. Mulai besok hingga 31 Oktober 2017 operator ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) ini juga akan menggratiskan kartu perdana uang elektronik (Unik) bagi para pengguna jalan tol hingga 31 Oktober 2017.

3PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP)

CMNP mengelola Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono Msc ruas Cawang-Tanjung Priok-Pluit/Jembatan Tiga. Dari 19 gerbang tol yang dikelola, saat ini sudah 10 gerbang tol yang menerapkan sistem pembayaran nontunai.

“Kami prioritaskan 9 gerbang yang belum melaksanakan 100% non tunai,” tutur Kepala Departemen Komunikasi Korporat PT CMNP, Sholahuddin.

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah siap menyambut tanggal 31 Oktober 2017? Karena pada tanggal tersebut, semua pengemudi kendaraan roda empat atau lebih hanya bisa masuk tol dengan menggunakan nontunai, yaitu menggunakn kartu uang elektronik.

4Related

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here