Salah satu terobosan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah program bantuan sosial nontunai. Salah satu program bansos yang sedang digalakkan penyaluran bantuan pangan secara nontunai ke seluruh pelosok negeri. Mau mengenal lebih dekat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)? Simak ulasan berikut.

BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan hanya untuk membeli pangan di Elektronik Warung Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E-Warung KUBE PKH) yang bekerjasama dengan Bank Himbara (Mandiri, BNI, BRI, BTN).

Bantuan pangan ini diberikan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima bantuan dan memberikan nutrisi yang lebih seimbang secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Keputusan penyaluran bantuan sosial secara nontunai dengan menggunakan sistem perbankan dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas program dan agar penyalurannya lebih tepat sasaran, di samping untuk mendorong keuangan insklusif di kalangan masyarakat akar rumput.

Penyaluran bantuan pangan secara nontunai lewat BPNT mengacu pada empat prinsip umum, yaitu:

  1. Mudah dijangkau dan digunakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
  2. Memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada penerima dalam memanfaatkan bantuan, kapan dan berapa banyak bahan pangan yang dibutuhkan. Juga termasuk kebebasan memilih jenis dan kualitas bahan pangan berdasarkan preferensi yang telah ditetapkan dalam program ini.
  3. Mendorong usaha eceran rakyat agar dapat melayani penerima bansos.
  4. Memberikan akses jasa keuangan kepada KPM.

Lewat program ini, setidaknya ada lima manfaat yang didapat, yaitu:

  1. Meningkatnya ketahanan pangan di tingkat keluarga penerima manfaat, sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
  2. Meningkatnya transaksi nontunai sesuai dengan target Gerakan Nasional Non Tunai (GNNI) yang digagas Bank Indonesia.
  3. Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan ekonomi yang sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
  4. Meningkatnya efisiensi penyaluran bantuan sosial.
  5. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan.

Alur Pendaftaran

Alur pendaftaran Keluarga Penerima Manfaat dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Program Keluarga Sejahtera (PKS) diawali dengan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Proses pendaftaran peserta dan persiapannya dilaksanakan setelah Kemensos mengirimkan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin kepada Pemerintah Daerah (Kabupaten dan Kota).

Dari situ, calon KPM akan mendapat surat pemberitahuan berisi teknis pendaftaran di tempat yang telah ditentukan. Data yang telah diisi oleh calon penerima program ini lalu diproses secara paralel dan sinergis oleh kantor cabang bank Himbara, kantor kelurahan dan kantor walikota/kabupaten.

Setelah verifikasi data selesai, penerima bansos akan dibukakan rekening di bank dan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi sebagai kartu nontunai untuk pengambilan bantuan pangan.

Alur Penyaluran

Alur penyaluran bantuan pangan nontunai.

Penerima bansos yang telah memiliki KKS dapat langsung datang ke E-Warong terdekat untuk melakukan transaksi pembelian bahan pangan menggunakan KKS.

Transaksi dilakukan secara nontunai mengacu pada jumlah saldo yang tersimpan pada chip KKS. Lewat sistem yang terhubung dengan perbankan ini, penyalur bantuan akan mendapatkan laporan rinci seputar jumlah dana yang telah disalurkan, jumlah dana yang ditarik oleh penerima, jumlah dana yang tersisa dan berapa orang penerima yang belum menarik bantuan pangannya.

 

Leave a Reply