Kartu GPN seberapa pentingkah ?

Sebelum membedah seberapa penting GPN, mari menelaah kondisi system pembayaran ritel Indonesia. Pertama banyak platform sehingga kerap terjadi fragmentasi (industri ekskelusif) sehingga biaya investasi tinggi. Kedua banyak EDC dan mesin ATM namun banyak yang tidak multifungsi hanya sebatas pihak bank. Ketiga biaya yang dikenakan merchant relatif tinggi dibandingkan negara tetangga. Keempat pemrosesan transaksi domestik (off us) terhadap kartu debit masih dilakukan diluar negeri. Oleh karena itu hadirnya kartu GPN untuk menjawab beragam permasalahan tersebut dan memberikan solusinya. Sehingga pemerintah sangat serius dan mengangap penting dalam penerbitan kartu GPN.

 

Lantas apa itu GPN?

Gerbang Pembayaran Nasional ( GPN) sesuai dengan aturan PBI no 19/8/PBI/2017. Merupakan sistem yang terdiri atas standar, switching, dan services yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme ( arrangement) untuk mengintegrasikan berbagai instrument dan kanal pembayaran. Kelebihan GPN adalah adanya interkoneksi antar system yang saling terhubung dan dapat saling memproses. Selain itu adanya interoperabilitas dimana instrument dapat diterima atau diproses berbagai kanal device pembayaran seperti ATM, EDC dan payment gateway.

 

Manfaat GPN ?

Setidaknya ada 3 point utama yaitu  pertama Efisiensi GPN ditunujukan dengan memperluas akses, kemudahan pengunaan, menurunkan biaya pemrosesaan, penghematan devisa, mendorong perdagangan nasional berbasis elektronik dan meningkatkan layanan dan inovasi. Kedua, Keamanan seperti meningkatkan perlindungan konsumen, menurunkan potensi risiko setelmen melalui pengunaan Central Bank Money ( CeBM), menurunkan potensi risiko sistemik dan menurunkan potensi fraud. Ketiga, Kedaulatan seperti mendorong pertumbuhan, daya tahan dan saing SP ritel, mengusung kemandirian produk sistem pembayaran nasional dan meningkatkan kedaulatan data dan informasi nasional. Manfaat lainnya seperti dapat digunakan untuk bertransaksi di semua mesin EDC seluruh Indonesia, tidak dikenakan biaya oleh merchant dan penurunan biaya transaksi.

Bagaimana penerapannya ?

Menurut pasa 43 no 19/10/PADG/2017 bahwa pencantuman logo nasional untuk kartu ATM maupun debet diberlakukan sejak tanggal 1 januari 2018 dan sejak tanggal 1 januari 2022 penerbit wajib memastikan seluruh nasabah yang memiliki kartu ATM dan debet harus memiliki paling sedikit 1 kartu yang berlogo nasional GPN. Namun hingga saat ini kartu GPN hanya berlaku untuk transaksi domestik di dalam negeri. Sehingga untuk transaksi di luar negeri (cross border) maka haruslah menggunakan kartu berlogo internasional. Dalam penerapannya bank penerbit juga harus memastikan nasabah memiliki kartu GPN dengan beberapa cara yaitu memberikan kartu berlogo GPN untuk nasabah baru dan memberikan kartu GPN untuk nasabah eksisting ataupun nasabah yang kartunya sudah expired dan haruslah melakukan edukasi dan promosi secara terus menerus. Hingga bulan Agustus ini setidaknya sudah dilakukan sosialisasi & kampanye nasonal ke 27 kota.

Tinggalkan Balasan