kapal ferry nontunai
kapal ferry nontunai

Tren transaksi nontunai khususnya di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Merespon fenomena tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry telah menambahkan fitur nontunai dalam transaksi pembayaran tiket di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

“Penerapan sistem pembayaran nontunai di keempat pelabuhan itu menggunakan uang elektronik. Ini hasil kerjasama dengan empat bank BUMN, sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi Pemerintah terkait penyelenggaraan tiket angkutan penyeberangan secara elektronik atau Gerakan Nasional Nontunai (cashless),” ujar Direktur Komersial PT ASDP Indonesia Ferry, M Yusuf Hadi, beberapa waktu lalu di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini, metode pembayaran menggunakan uang elektronik berlaku bagi pejalan kaki, roda dua, dan roda empat golongan IV (mobil pribadi). Hadi mengungkapkan, sistem pembayaran yang diterapkan pihaknya saat ini sesuai dengan program perubahan digital perusahaan yang dilakukan PT ASDP.

“Salah satu kebutuhan mendasar bagi ASDP adalah digitalisasi proses bisnis hampir di semua lini, termasuk penjualan tiket. Tentu kita butuh dukungan teknologi informasi yang kuat dalam menghadapi disruptive bisnis transportasi yang sedang menjadi tren, khususnya di transportasi darat, seperti halnya transportasi online. Hal inilah yang akhirnya mendorong ASDP untuk go-cashless secepatnya,” lanjut dia.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut layanan uang elektronik yang dapat digunakan untuk membayar tiket kapal ferry, serta cara penggunaannya.

Seperti dimaklum, saat ini masyarakat mulai melek nontunai khususnya kartu elektronik dalam transaksi pembelian kebutuhan sehari-hari seperti penginapan, tiket kereta, hingga kapal penyeberangan.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober tahun 2017, tren transaksi elektronik naik menjadi 60 persen atau setara Rp. 8,77 triliun dari periode sebelumnya yang hanya bertahan pada Rp. 5,48 triliun.

Artinya, uang elektronik yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia tumbuh 48 persen dengan hitungan real 75 juta unit pengguna dari 51,2 juta unit.

Brizzi dari BRI

Brizzi ialah uang digital yang dikeluarkan oleh Bank BRI untuk melayani nasabah. Dalam hal ini, Brizzi terus berkembang sesuai perubahan zaman untuk menghadirkan kenyamanan transaksi bagi para penggunanya.

Salah satunya adalah pembayaran tiket kapal ferry. Yang perlu dilakukan oleh pengguna adalah menyediakan saldo agar dapat membayar atau membeli tiket penyeberangan. Jika belum mempunya kartu ini, nasabah atau masyarakat bisa mendapatkan di kantor cabang BRI terdekat, Indomaret atau Alfamart.

Tap Cash dari BNI

Tak jauh berbeda dengan Brizzi, kartu uang eletronik dari BNI juga diterbitkan untuk transaksi pembayaran nasabah agar lebih mudah dan cepat serta aman karena dijamin kleh LPS.

Untuk melakukan pembayaran, pengguna Tap Cash BNI diharuskan mengisi saldo di kartu elektronik tersebut maksimum Rp. 1.000.000,-. Selanjutnya, pengguna bisa melakukan berbagai transaksi pembayaran termasuk mebayar tiket kapal ferry dan lain-lain.

E-Money dari Bank Mandiri

Tak mau ketinggalan, Bank Mandiri juga mengeluarkan E-Money untuk memudahkan transaksi harian masyarakat. Dengan memiliki E-Money, para pengguna uang elektronik dimudahkan dalam setiap transaksi pembelian.

Untuk melakukan transaksi, pengguna harus mengisi saldo ke dalam kartu tersebut. Pengisian bisa di kantor terdekat, Indomarer atau Alfamart, dan ATM Mandiri. Selanjutnya, pengguna baru bisa melakukan transaksi.

BLink dari BTN

Terakhir, BLink dari Bank Tabungan Negara atau BTN. Kartu Prepaid BLink ini juga tak jauh beda dari ketiga kartu diatas. Hadir sebagai kemudahan transaksi di zaman elektronik untuk melakukan berbagai pembayaran mulai dari tempat rekreasi, transportasi, restoran, dan tiket pelabuhan.

Caranya? Cukup mengisi saldo ke dalam BLink Prepaid, maka penggunanya sudah bisa melakukan transaksi yang dikehendaki, apapun itu hanya tap, semuanya lunas dan instan.

Sebelumnya, PT ASDP telah melakukan kerjasama dengan empat bank seperti Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, untuk membuat masyarakat lebih mudah melakukan transaksi pembayaran tiket penyeberangan kapal ferry.

Hal itu sesuai pula dengan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020.

Tinggalkan Balasan