Meskipun lebih praktis dan aman, bukan berarti transaksi nontunai bebas incaran penjahat dan penipu. Setidaknya ada 4 modus kejahatan nontunai yang perlu anda kenali. Mulai dari malware sampai phising.

Berikut kempat modus penipuan dalam sistem pembayaran nontunai, lengkap dengan penjelasan, modus dan cara mencegahnya:

1Malware

Malware adalah perangkat lunak jahat yang digunakan untuk mencuri data pribadi nasabah yang sedang mengakses internet atau melakukan transaksi internet banking lewat peramban. Setelah data terhimpun, penjahat dapat leluasa membobol rekening atau kartu kredit korban.

Modus:

  • Pelaku menyebarkan malware untuk melakukan pengintaian data pribadi (nama pengguna dan kata sandi). Perangkat lunak ini ditanamkan di peramban (browser) nasabah.
  • Pelaku menerima notifikasi dari malware saat calon korbannya aktif. Pada layar korban, muncul pop-up untuk sinkronisasi token.
  • Kode token yang dimasukkan dalam pop-up digunakan pelaku untuk transaksi online saat itu juga. Terdapat 2 token yang diminta: untuk mendaftarkan rekening dan konfirmasi transaksi.
  • Uang korban kemudian dikirimkan ke pelaku.

Cara mencegahnya:

  • Pastikan browser yang sedang digunakan untuk melakukan transaksi internet banking  aman dari malware.
  • Jangan mengunduh sembarang file dari internet.
  • Pasang anti virus yang andal dan terkini.
  • Tidak memakai internet banking di sembarang browser atau menggunakan jaringan terbuka seperti wifi di mol.
  • Apabila terdapat proses berbeda saat bertransaksi internet banking, segera menghubungi pusat kontak bank terkait.
Kembali

Tinggalkan Balasan