Uang elektronik Gopay, yang sebentar lagi akan mengenakan biaya isi ulang Rp 1.000, menjadi alat pembayaran nontunai paling populer di kalangan pengguna berdasarkan survey yang dilakukan oleh Jakpat. Ini jadi kekuatan yang dimiliki Gopay.

Gopay dipilih oleh separuh responden, menyusul berikutnya uang elektronik e-money dari Mandiri dan Tcash dari Telkomsel. Empat unik lainnya yang cukup populer di kalangan pengguna nontunai adalah: Flazz dari BCA, Line Pay dari Line, OVO dari Lippo, dan Brizzi dari BRI. Demikian Startup Report 2017 yang dirilis Dailysocial.id.

7 Uang elektronik paling populer berdasarkan survey Jakpat (Startup Report 2017).

Meningkatnya popularitas Gopay ini terbilang wajar karena Gojek sangat agresif dalam mengembangkan alat pembayaran digital miliknya ini. Akhir tahun lalu, perusahaan startup kategori unicorn itu mengambil alih tiga perusahaan penyedia jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) terkemuka di tanah air.

Ketiga perusahaan fintech yang diakuisi adalah Kartuku, perusahaan layanan pembayaran offline terdepan di Indonesia; Midtrans, perusahaan payment gateway online terbesar Indonesia; dan Mapan yang merupakan jaringan arisan barang terbesar di Indonesia.

Bergabungnya Kartuku, Midrans dan mapan secara otomatis memperkuat posisi Gopay dalam membangun =ekosistem pembayaran finansial yang inklusif kepada institusi keuangan, UMKM, mitra pengemudi dan konsumen, baik yang sudah terhubung ke sistem perbankan (banked) maupun yang belum (unbanked), di kota besar maupun di daerah.

Gopay sendiri dibangun sebagai produk dompet digital dan proses pembayaran independen, mulai dari perkotaan sampai masuk ke pelosok desa-desa. Keberadaan Gopay otomatis mengubah wajah Gojek dari sekedar penyedia transportasi online menjadi perusahaan teknologi multi-platform.

Pada saat diakuisi Desember 2017 lalu, bisnis perusahaan-perusahaan tersebut memproses total transaksi lebih dari Rp 67,5 triliun per tahun, baik melalui kartu kredit, debit maupun dompet digital untuk para pengguna, penyedia jasa dan merchant-merchant mitra mereka.

Dengan pengguna aktif mencapai 15 juta setiap minggunya, Gojek terus mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang tidak hanya menghubungkan para penjual dan konsumen, namun juga mendorong pertumbuhan usaha kecil dan mikro serta memberikan peluang nyata bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku sektor informal.

“Sejak awal GO-JEK berdiri, kami selalu membawa misi untuk memberikan manfaat sosial semaksimal dan seluas mungkin bagi jutaan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan aspirasi Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara di tahun 2020,” kata Pendiri dan CEO Gojek, Nadiem Makarim.

Gojek saat ini didukung oleh 900 ribu mitra pengemudi, lebih dari 125 ribu merchant yang mayoritas adalah UMKM. Lebih dari 100 juta transaksi yang diproses melalui platform ini setiap bulannya.

Ketiga pimpinan dari masing-masing perusahaan yang diakuisisi akan memegang posisi senior manajemen di dalam GO-JEK Group. Aldi Haryopratomo dari Mapan akan memimpin GO-PAY, Ryu Kawano Suliawan dari Midtrans akan memimpin pengembangan platform merchant dalam GO-JEK Group, sementara Thomas Husted dari Kartuku akan memegang peranan sebagai CFO di GO-JEK Group.

Profil Kartuku, Midtrans dan Mapan

Masing-masing dari ketiga andalan fintech Indonesia yang diakuisisi GO-JEK akan memegang peranan penting dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Berikut profil ketiga produk yang menjadi kekuatan Gopay:

1

Kartuku untuk Gopay Offline

Sebagai penyedia jasa pembayaran offline terbesar di Indonesia, Kartuku saat ini melayani hampir 100 perusahaan retail teratas di Indonesia, mengoperasikan lebih dari 150 ribu alat pembayaran di gerai offline, serta bermitra dengan sembilan bank acquirer. Kartuku juga berintegrasi dengan bank-bank issuer, penyedia layanan dompet digital (e-money), serta menyediakan layanan tambahan berupa promosi dan voucher.

Kartuku didirikan oleh Niki Luhur dan meluncurkan bisnis pemrosesan pembayarannya di tahun 2011. Sejak itu, Kartuku berhasil menumbuhkan basis pelanggan dan jaringan merchant-nya dengan sangat cepat. Thomas Husted bergabung dengan Kartuku pada 2015 dan menjadi CEO setahun kemudian.

Kartuku akan fokus pada pengembangan penggunaan offline GO-PAY dengan mengintegrasikan penerimaan layanan dompet digital ini ke jaringan merchant kami. Secara bersamaan, kami juga akan bekerja dengan layanan GO-JEK seperti GO-FOOD dan GO-MART untuk menyediakan infrastruktur pembayaran offline bagi 125 ribu merchant di Indonesia. Tujuan kami adalah membuat GO-PAY bisa diterima dimana-mana, sesuai dengan misi Kartuku untuk mendukung pengembangan masyarakat nontunai di Indonesia,” ujar Thomas Husted dari Kartuku.

Dengan dukungan Kartuku, berbagai merchant GO-JEK yang mayoritas UMKM akan bisa mendapatkan kemudahan pembayaran offline sehingga dapat membantu pengembangan bisnis dan pelayanan pelanggan.

2
Midtrans dulu bernama Veritrans

Gerbang Pembayaran Midtrans (Veritrans)

 

Midtrans (sebelumnya bernama Veritrans) didirikan oleh Ryu Suliawan pada 2012. Kini, Midtrans merupakan penyedia jasa pemrosesan pembayaran secara online terbesar di Indonesia lewat kemitraan dengan bank-bank di tanah air, maskapai penerbangan, bisnis retail e-commerce, dan perusahaan-perusahaan fintHal ini sejalan dengan aspirasi Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara di tahun 2020ech. Midtrans saat ini bekerja dengan lebih dari 3.000 merchant online, memproses 18 metode pembayaran online yang berbeda-beda.

Midtrans berharap dapat meningkatkan jangkauan GO-JEK Group dalam pembayaran online secara signifikan. Kami bukan hanya memproses transaksi online, namun juga berinvestasi secara signifikan untuk membuat belanja online menjadi lebih aman. Sistem manajemen risiko fraud yang kami miliki digunakan oleh mitra-mitra dalam platform kami. Sistem ini memegang peranan penting dalam menjaga merchant dan konsumen online dari fraud. Kami akan menggunakan platform dan teknologi kami untuk memperkuat ekosistem pembayaran GO-PAY,” ujar Ryu.

3

Mapan Berbasis Komunitas

Mapan merupakan jaringan layanan keuangan berbasis komunitas yang mengutamakan ekonomi gotong-royong. Dengan metode arisan unik ala Mapan, perusahaan ini telah membantu mengatur keuangan lebih dari 1 juta keluarga Indonesia di lebih dari 100 kota agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang selama ini sulit mereka akses.

Aldi Haryopratomo mendirikan Mapan pada 2009 hingga kini memiliki hampir 2.000 karyawan.

“Dengan menjadi bagian GO-JEK Group, kami akan mengakselerasi inklusi keuangan bagi masyarakat yang masih unbanked, terutama mereka yang berada di daerah-daerah pedesaan di mana layanan GO-JEK belum sepenuhnya tersedia. Melalui komunitas yang ada di Mapan, kami dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang lebih bertanggung jawab serta mendukung mereka memiliki kesempatan untuk menjadi lebih mapan,” ujar Aldi.

Kolaborasi ketiga perusahaan penyedia layanan pembayaran terdepan di Indonesia ini ke dalam GO- JEK Group akan menjadi jawaban atas kebutuhan solusi keuangan inovatif di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya banyak dipengaruhi oleh konsumsi dalam negeri.

Pada 2030, konsumen di Indonesia diprediksi akan bertambah sebanyak 90 juta orang – angka terbesar di dunia, di luar Cina dan India. Sementara sebanyak 96 persen populasi di Indonesia tidak memiliki akses ke kartu kredit dan 64 persen dari masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke perbankan formal.

Tinggalkan Balasan