peluncuran uang elektronik paytren
Peluncuran uang elektronik Paytren dihadiri oleh 11 menteri dan banyak tokoh. (tribunnews.com)

Setelah mengantongi izin operasional uang elektronik dari Bank Indonesia (BI), Paytren akhirnya resmi diluncurkan ke publik. Acara peluncuran dengan semarak, menghadirkan 11 menteri Kabinet Kerja dan Ketua MPR RI.

Produk unik (uang elektronik) milik Yusuf Mansur ini sempat ditutup karena belum mendapatkan izin dari BI selaku otoritas sistem pembayaran. Baru pada tanggal 22 Mei 2018 lalu, izin yang lama diurus itu dikantongi PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren).

Jajaran pembantu presiden Jokowi yang hadir di acara peluncuran Jumat (1/6) lalu itu di antaranya: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Chief Rudiantara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Sosial Idrus Marham.

Selain dipenuhi banyak menteri, acara peluncuran juga dihadiri para tokoh mulai dari Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, pelatih sepakbola Indra S Jafrie. Putra Jokowi, Gibran Rakabuming, juga terlihat di Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Tangerang, bersama Presiden Direktur ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian.

Target Rp 30 Triliun

Dalam sambutannya, Yusuf Mansur memaparkan banyak perbaruan dari berbagai aspek agar sesuai dengan standar BI.

“Sejak awal 2014, Paytren sudah mengajukan izin Penerbit Uang elektronik kepada BI, hingga akhirnya dengan pertumbuhan yang semakin pesat dan perkembangan komunitas mitra menambah keyakinan manajemen Paytren,” ujar Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur menargetkan, Paytren dapat mengumpulkan 10 juta pengguna dengan dana yang dikelola mencapai Rp 30 triliun per bulan pascapeluncuran kemarin. “Kalau kita berhasil mengumpulkan 60 juta orang di Paytren, kita bisa kelola sampai Rp 120 triliun, itu masih kecil,” tambahnya seperti dikutip KOMPAS.com.

Menkominfo Rudiantara memberi sambutan di acara peluncuran Paytren. (metrotvnews.com)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, layanan uang elektronik Paytren dapat menjadi sarana percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

“Inklusi keuangan di Indonesia tahun 2014 hanya 36 persen atau 96 juta orang, tahun 2017 sudah meningkat jadi 130 juta jiwa, tapi jumlah itu belum mencakup setengah dari penduduk Indonesia,” ujarnya.

Rudiantara mengatakan, dengan target inklusi keuangan yang mencapi 75 persen di tahun 2019 mendatang, persiapan dari segi infrastruktur sudah mampu untuk mendukung. Namun, untuk mencapai target tersebut, perlu dukungan dari elemen lain, seperti pengembangan layanan keuangan elektronik (fintech).

“Dari sisi infrastruktur nggak masalah, karena jaringan ponsel dan 4G di indo sata ini lebih dari 75 persen. Nah, teknologi baru model Paytren ini bentuk inklusi keuangan informal,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan