Mulai 30 April 2018, setiap transaksi isi ulang Gopay lewat transfer bank akan dikenakan biaya sebesar Rp 1000. Biaya sebesar itu dipungut GoJek dengan alasan untuk mendukung sistem pembayaran di Indonesia.

Apalagi, demikian Gojek, saat ini pengguna jasa pembayaran digital semakin meningkat. Keputusan ini baru akan berlaku efektif per 30 April. Untuk transaksi sebelum tanggal tersebut tidak dikenakan biaya apapun.

Sedikitnya ada tujuh bank  yang sudah bisa digunakan untuk isi ulang uang elektronik (unik) Gopay, yaitu BCA, Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bank Permata dan CIMB Niaga. Nasabah di ketujuh nasabah itu akan dikenakan biaya seribu Rupiah setiap kali melakukan isi ulang Gopay, berapapun jumlahnya.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Rafas menegaskan, biaya Rp 1.000 itu merupakan kebijakan Gojek, bukan keputusan bank.

“Iya dari sana (GoJek) yang meminta. Kita kan kerja sama sudah lama, sudah lebih dari setahun. Jadi kalau mereka sekarang mengenakan ke customer adalah keputusan mereka,” kata Rohan seperti dikutip detikFinance.

Pengenaan tarif tersebut berlaku di semua saluran transaksi, mulai dari ATM sampai transaksi elektronik (SMS bankinginternet bankingmobile banking).

Khusus nasabah Bank Mandiri, penetapan biaya jasa hanya berlaku untuk produk Gopay Customer. Sedangkan isi ulang Gopay Driver tidak kena biaya.

Teknisnya, biaya Rp 1.000 akan didebit dari rekening tabungan, sehingga tidak mengurangi nominal yang dimasukkan ke uang elektronik Gopay. Ini semakin memudahkan Isi Ulang Gopay Lewat Transfer Bank.

Apakah pembebanan biaya ini akan menimbulkan protes seperti yang terjadi September tahun lalu? Waktu itu, Bank Mandiri pernah menetapkan biaya isi ulang unik Gopay sebesar Rp 2.500.

Setelah menuai protes dari konsumen, beban biaya yang sudah terlanjur diumumkan Gojek ke para penggunanya itu pun dibatalkan. Sampai akhirnya Gojek sendiri yang menetapkan biaya Rp 1.000 per 30 April 2018 nanti.

Leave a Reply