Sejak dua tahun lalu, Bank Indonesia telah mewajibkan semua kartu ATM dan kartu debit wajib menggunakan kartu berteknologi cip. Penerapan kartu bercip dilakukan bertahap, dimulai sejak tahun 2017 lalu dan berakhir pada tahun 2021.Tahapan Penerapan Kartu ATM Bercip di Indonesia nantinya akan lebih mempermudah penyelenggara transaksi nontunai.

Standar yang digunakan adalah National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS) yang diterapkan tidak hanya pada kartu tapi  juga pada perangkat pendukung transaksi nontunai terkait seperti mesin ATM dan EDC.

Tahapan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi para penyelenggara transaksi nontunai agar dapat sepenuhnya menjalankan surat edaran kartu bercip yang diterbitkan BI.

Perusahaan terkait yang tidak memenuhi aturan akan diberikan sanksi berupa larangan akuisisi, penggantian kartu, serta larangan peluncuran produk baru dan kerja sama produk.

Per bulan Mei 2017, jumlah kartu debit atau kartu ATM yang beredar mencapai 137,32 juta atau naik 15,17% dibandingkan posisi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang jumlahnya hanya 119,23 juta.

Jumlah 137 juta kartu itu terdiri dari kartu debit 129,20 juta dan kartu ATM sebanyak 8,12 juta. Volume transaksi semua kartu debit/ATM mencapai 490,85 juta dengan nominal transaksi sebesar Rp 540,31 triliun.

Inilah tahapan penerapan atau implementasi kartu bercip yang sudah disampaikan Bank Indonesia kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transaksi nontunai termasuk perusahaan prinsipal, switching, penerbit dan acquirer:

1Tahap 1 – Batas waktu 30 Juni 2017

Penyelenggara transaksi nontunai debit sudah menyelesaikan:

  1. Sistem host dan back end.
  2. Penyediaan perangkat ATM/EDC, kartu ATM dan kartu debit baru wajib dilengkapi standar nasional chip.
  3. Penggunaan PIN online 6 digit pada seluruh kartu ATM dan kartu debit, khususnya yang masih menggunakan teknologi magnetic stripe.

2Tahap 2 – Batas waktu 31 Desember 2018

Implementasi 30% kartu ATM dan atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.

3Tahap 3 – Batas waktu 31 Desember 2019

Implementasi 50% kartu ATM dan atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.

4Tahap 4 – Batas waktu 31 Desember 2020

Implementasi 80% kartu ATM dan atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.

5Tahap 5 – Batas waktu 31 Desember 2021

Implementasi 100% kartu ATM dan atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.

 

Leave a Reply