Saat ini, transaksi dengan menggunakan kartu nontunai sudah jamak dilakukan di banyak tempat. Di tempat makan, belanja ataupun untuk transportasi. Baik itu kartu kredit, kartu debit, maupun kartu uang elektronik.

Bank Indonesia mengkategorikan kartu kredit dan kartu debit sebagai kelompok Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang merupakan produk perbankan. Sedangkan uang elektronik merupakan alat transaksi nontunai paling praktis yang diterbitkan oleh perusahaan bank maupun non-bank.

Sebagai pengguna, Anda wajib mengetahui cara bertransaksi nontunai yang benar dan aman, agar data pribadi dan data transaksi Anda tidak bocor ke orang lain apalagi sampai dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Berikut tips-tips aman bertransaksi dengan kartu. Baca baik-baik, kalau perlu simpan infografisnya!

TRANSAKSI LURING (OFFLINE)

  1. Jaga kartu dengan baik dan aman
  2. Gunakan hanya untuk melakukan transaksi pembayaran
  3. Simpan kertas bukti transaksi dan cek histori transaksi secara berkala
  4. Jangan gunakan kartu untuk transaksi yang melanggar ketentuan seperti gesek tunai (gestun)
  5. Jangan bertransaksi di merchant atau pedagang yang mengenakan biaya transaksi sekian persen per gesek

TRANSAKSI DARING (ONLINE)

  1. Gunakan perangkat dan jaringan internet yang aman
  2. Waspadai aplikasi yang berisi virus atau malware berbahaya
  3. Jangan bertransaksi di jaringan internet terbuka atau publik
  4. Jangan unduh file dari sumber yang tidak terpercaya
  5. Jangan masukkan informasi pribadi di website yang terbuka otomatis

Baca juga: 6 Kiat Aman Bertransaksi lewat Aplikasi “Mobile Banking”

INFORMASI TRANSAKSI

  1. Jaga kerahasiaan PIN, nama pengguna dan kata kunci
  2. Jangan gunakan PIN yang mudah ditebak
  3. Ganti PIN atau kata kunci secara berkala
  4. Daftarkan nomor ponsel yang aktif untuk mendapatkan notifikasi dan otentifikasi transaksi
  5. Paspadai penipuan dengan modus kenaikan limit, hadiah ataupun diskon
  6. Jangan berikan fisik kartu atau pun data di dalamnya ke siapapun juga

KEHILANGAN KARTU

  1. Simpanlah nomor kontak pusat (call center) penerbit kartu
  2. Segera hubungi penerbit dan lakukan pemblokiran kartu (catatan: kartu uang elektronik atau unik tidak bisa diblokir)

Selengkapnya, simak infografis dari Bank Indonesia berikut:

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini