Program loyalitas pelanggan diminati di Indonesia. (pixibay.com)

Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki ketertarikan terhadap program-program loyalitas pelanggan. Dari tujuh negara yang diriset Marstercard, Indonesia berada di urutan kedua, dengan Net Promoter Score (NPS) +19. Artinya, program loyalitas sangat diminati konsumen tanah air.

Konsumen saat ini, demikian kesimpulan studi Mastercard, menuntut hadiah (reward) yang cepat, personalisasi yang lebih baik dan pengalaman yang lebih nyaman dan aman. Mereka benar-benar mencari pengalaman yang tidak terlupakan.

Negara lain yang memiliki skor tinggi untuk ukuran nilai program loyalitas yang ditawarkan adalah India (+37) di urutan pertama, lalu Cina (+14) di urutan ketiga.

Survey yang dilakukan oleh Mastercard ini menunjukkan bahwa program loyalitas pelanggan hanya menarik perhatian konsumen di negara-negara berkembang. Sementara di negara-negara maju, program semacam ini kurang menarik.

Setidaknya itu terlihat dari empat negara maju yang disurvei, semuanya menunjukkan skor minus. Yaitu Australia (-6), Hong Kong (-26), Korea Selatan (-38), dan Jepang (-39).

Para konsumen di negara-negara yang tengah berkembang di wilayah Asia Pasifik menyambut program loyalitas dengan penuh semangat, sementara para konsumen di negara maju tidak terlalu memperlihatkan ketertarikan.

Hal tersebut terungkap dalam hasil studi perdana Mastercard mengenai lanskap loyalitas di beberapa negara Asia Pasifik. Studi wawasan bertajuk “Achieving Advocacy and Influence in a Changing Loyalty Landscape” ini dilakukan di tujuh negara: Australia, Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan.

Tapi terlepas dari perbedaan persepsi tersebut, hasil riset menemukan adanya potensi di seluruh wilayah untuk meningkatkan daya tarik dari kartu loyalitas pelanggan. Baik kartu yang hanya dibuat untuk program loyalitas maupun yang juga berfungsi sebagai kartu nontunai (uang elektronik).

“Di Mastercard, kami terus melakukan riset dan mengembangkan berbagai cara baru, seperti studi ini, untuk memahami perkembangan kebutuhan konsumen sehingga kami dapat melayani mereka dengan lebih baik, “ kata Felix Marx, Executive Vice President of Services, Asia Pasifik, Mastercard, dalam sebuah rilis tertulis, Kamis (25/1/2018).

Tinggalkan Balasan