Sepanjang semester kedua tahun lalu, Bank Indonesia membekukan lima uang elektronik (Unik), salah satunya GrabPay dari Grab Indonesia per 16 Oktober 2017. Saat ini, GrabPay sudah beroperasi kembali di Indonesia setelah pihaknya bermitra dengan OVO.

OVO merupakan uang elektronik sekaligus dompet digital dari Lippo Group yang sudah digunakan secara luas di banyak toko dan gerai jaringan Lippo. Aplikasi nontunai ini dikelola oleh PT Visionet Internasional dan sudah mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia (BI) selaku pemegang otoritas sistem pembayaran.

“Fitur nontunai dalam aplikasi Grab telah melakukan co-branding dengan OVO dan diganti nama menjadi ‘GrabPay, powered by OVO’,” ungkap Managing Director GrabPay Asia Tenggara Jason Thompson , dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id.

Penumpang Grab, lanjut Jason, sudah bisa mengisi GrabPay Credits mereka per 14 Desember 2017. Pada saat bersamaan, konsumen Grab juga sudah dapat menggunakan “GrabPay, powered by OVO” untuk membayar perjalanan mereka yang dipesan lewat aplikasi Grab.

Grab dan OVO telah menyampaikan informasi terkini BI seputar kemitraan tersebut, dan pihak OVO juga telah menyerahkan laporan kerja sama co-branding kepada BI sesuai dengan ketentuan co-branding uang elektronik, dan terus berkoordinasi dengan BI untuk menjamin dan menjaga kepatuhan.

Salah satu keunggulan GrabPay ada di fitur isi-ulang uang elektronik yang dilakukan melalui mitra pengemudi Grab, di toko serba ada (toserba), bank-bank lokal dan ATM, atau menggunakan kartu debit.

Leave a Reply