kejahatan belanja online skimming modus traveloka

Traveloka, salah satu tempat belanja online terbesar di Indonesia yang menawarkan pembelian tiket perjalanan, hotel dan beragam transaksai lainnya, hari ini menyampaikan beberapa modus penipuan yang dialami oleh beberapa orang pelanggannya.

Informasi yang disampaikan lewat aplikasi dan milis email ini diharapkan dapat meminimalisir jumlah korban aksi skimming (pencurian data) yang dilakukan penjahat dengan beberapa macam modus operandi.

Para penipu ini mengincar data pribadi pengguna Traveloka dan memanfaatkan reputasi Traveloka untuk membuat korban percaya padanya.

Sebuah aksi yang tidak  hanya merugikan pengguna Traveloka tapi juga merusak nama baik Traveloka.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai modus-modus penipuan yang terjadi belakangan ini, kami pun ‘mengutus tim khusus’ untuk menyelidiki kasus ini. Mereka adalah detektif Sherloka dan asistennya, Watwatson. Berdasarkan hasil penyelidikan mereka, saat ini ada tiga jenis modus yang sedang marak terjadi, yaitu:

Modus #1: Pemenang Hadiah

A: “Halo?”

B: “Halo, selamat! Anda mendapatkan hadiah senilai 10 juta rupiah dari Traveloka!

Untuk konfirmasi, silakan sebutkan nomor yang dikirimkan via SMS, ya.”

OTP adalah kode pengaman yang dikirimkan ke ponsel.

Pernahkah kamu mendapat telepon serupa? Biasanya, sang penipu akan menelepon korban dengan mengatasnamakan Traveloka dan memberitahu bahwa korban berhasil memenangkan hadiah dengan jumlah yang cukup besar. Untuk konfirmasi pemenang, korban diminta untuk membacakan kode yang dikirimkan Traveloka via SMS.

Sebelum menelepon, penipu terlebih dahulu mencoba log in ke Traveloka menggunakan nomor HP korban dan klik bagian “Forgot password”. Secara otomatis, kode OTP akan dikirimkan oleh Traveloka ke nomor HP tersebut untuk me-reset password akun. OTP (One-Time Password) adalah kode rahasia yang dikirimkan sistem untuk mengamankan akun. Kode inilah yang diincar sang penipu untuk untuk bisa masuk ke akun kamu dan meretas data kamu, termasuk kartu debit dan kredit kamu.

Untuk menghindari penipuan dengan modus ini, ingatlah untuk membaca baik-baik SMS yang masuk, tidak memberikan kode OTP pada siapa pun, dan lakukan konfirmasi terlebih dahulu ke CS Traveloka perihal pengumuman hadiah yang kamu dapatkan. Pihak Traveloka tidak pernah meminta kamu memberikan kode OTP.

Modus #2: Pegawai Minimarket

Modus ini cukup marak terjadi beberapa waktu terakhir, namun belum banyak orang yang menyadarinya. Kali ini sang penipu memanfaatkan rasa panik korban, yaitu dengan menyamar menjadi pegawai minimarket yang berpura-pura salah mengirim nomor voucher game ke HP korban. Nomor tersebut tidak lain tidak bukan adalah kode OTP

“Pak/Bu, saya X dari Modumart. Barusan saya salah mengirimkan kode voucher game Traveloka ke HP Bapak/Ibu, tolong kirimkan kodenya ya, saya ditunggu pelanggan.”

“Cepat Pak/Bu, kodenya hanya valid 3 menit!”
“Tolong Pak/Bu, saya bisa dipecat kalau begini…”

Kurang lebih begitu jenis pesan singkat yang bisa diterima korban. Penipu akan berusaha menekan korban, sehingga membuatnya panik dan tidak berpikir panjang. Ia akan memohon kepada korban, membuat korban merasa iba, bahkan sampai mengancam korban.

Jika kamu menghadapi kejadian serupa, jangan panik saat penelepon mencoba menekan kamu, dan perhatikan terlebih dahulu SMS yang masuk. Ingat, kode OTP tidak boleh diberikan pada siapa pun.

Tinggalkan Balasan