Sebagai salah satu pengelola jalan tol, Jasa Marga sangat mendukung perubahan sistem pembayaran masuk tol dari tunai ke nontunai. Pasalnya, bayar tol pakai uang elektronik (Unik) hanya membutuhkan waktu dua detik.

Bandingkan dengan pembayaran tunai yang memakan waktu hingga 8 detik per kendaraan. Salah satu faktor yang membuat pembayaran tunai lebih lama ada di proses pemberian kembalian ke konsumen.

Semakin lama proses penyerahan kembalian, semakin panjang antrian. Panjangnya antrian di pintu tol otomatis menyebabkan kemacetan lalu-lintas di jalan non tol sekitar.

“Taping kan berkisar 2 detik kalau kita lihat dengan nontunai. Dengan menyerahkan uang tunai, ada uang kembalian itu total 6-8 detik, kecuali uang pas,” ujar VP Operation Management Jasa Marga Raddy Lukman, Ahad (15/10) lalu.

Dihitung per jam, volume kendaraan yang melakukan pembayaran nontunai di gerbang tol Jasa Marga mencapai 720 unit. Jumlah transaksi per jam itu jauh lebih besar jika dibandingkan sistem tunai yang hanya mampu menangani 425 kendaraan per jamnya.

“Kalau kita lihat kapasitasnya untuk di sistem terbuka per jamnya sekitar 400-425 per jam. Kalau untuk yang tadi taping (pakai uang elektronik) bisa 720 per jam,” jelas Raddy.

Antrean yang saat ini terjadi di beberapa gerbang tol, lanjut Raddy, karena masih dalam tahap transisi. Beberapa pengguna jalan tol tidak mempunyai Unik, sehingga menghambat laju kendaraan di belakangnya.

Jasa Marga masih melakukan sosialisasi 100% nontunai di tol melalui spanduk dan bertemu langsung dengan para pelanggan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here