Baru Diresmikan, Penumpang KRL Lintas Bekasi-Cikarang Membludak

Di hari pertama beroperasinya KRL lintas Bekasi Timur hingga Cikarang, Ahad (8/10) kemarin, penumpang KRL di keempat stasiun lintas Bekasi-Cikarang membludak, mencapai total 23 ribu orang.

Volume pengguna KRL di Stasiun Bekasi Timur, Tambun, dan Cibitung tercatat lebih dari lima ribu pengguna, sementara di Stasiun Cikarang jumlahnya lebih dari delapan ribu pengguna.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memperkirakan jumlah ini akan semakin bertambah pada hari Senin ini, mengingat para pengguna yang menggunakan KRL untuk bekerja maupun beraktivitas rutin lainnya akan mulai ikut naik KRL.

Lintasan KRL Bekasi-Cikarang ini baru diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dalam sambutannya saat meresmikan Stasiun Bekasi Timur dan Lintasan baru tersebut, Menteri Budi mengungkapkan bawlhwa pengoperasian Stasiun Bekasi Timur dan KRL Lintas Bekasi-Cikarang akan memudahkan warga Cikarang yang ingin menuju ke Jakarta.

“Selain itu, pengembangan jaringan dan peningkatan pelayanan di lintas Bekasi–Cikarang ini juga memisahkan lintas utama kereta api jarak jauh dan menengah dari lintas angkutan kereta api commuter line Jabodetabek,” ujar Budi.

KCI Siapkan Mesin Nontunai

Dalam menyambut antusiasme masyarakat ini, KCI telah menyiapkan berbagai kelengkapan fasilitas pelayanan, termasuk layanan pembayaran nontunai, beserta petugas di Stasiun.

Di seluruh stasiun lintas Cikarang telah tersedia gate elektronik dan mesin Point Of Sales (POS) di loket. Selain itu petugas mulai dari passenger service, loket, announcer stasiun, hingga pengamanan telah tersedia lengkap di seluruh Stasiun tersebut.

Khusus di Stasiun Bekasi Timur dan Cikarang juga telah tersedia layanan pos kesehatan.

PT KCI menghimbau para pengguna untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dalam menggunakan layanan KRL, dengan tidak berdesakan dan tidak memaksakan diri naik ke KRL yang sudah penuh, serta senantiasa menunggu kereta di belakang garis kuning batas aman peron.

Pengguna juga dihimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama di dalam kereta dengan tidak makan dan minum maupun membuang sampah sembarangan.

“Kami ingatkan juga bahwa seluruh stasiun maupun rangkaian KRL saat ini adalah wilayah bebas dari asap rokok. Pengguna hanya diperkenankan merokok di luar area stasiun,” demikian Eva Chairunisa, VP Corporate Communications PT KCI, ditujukan khususnya untuk para penumpang baru KRL di lintasan baru tersebut.

Menteri Perhubungan juga menghimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga sarana dan prasarana perkeretaapian yang telah dibangun oleh pemerintah.

Bentuk partisipasi dalam menjaga sarana dan prasarana perkeretaapian ini antara lain adalah dengan tidak menyeberang melalui perlintasan liar, tidak memanfaatkan stasiun untuk tempat berkumpul bila tidak hendak naik kereta, tidak melakukan pelemparan dan bentuk vandalisme lainnya, serta dengan turut menjaga kebersihan stasiun maupun KRL.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan beri komentar!
Masukkan nama Anda di sini