Bank Indonesia dan pemerintah menetapkan tanggal 31 Oktober 2017 sebagai tenggat pemberlakuan pembayaran nontunai di jalan tol Indonesia. Artinya, mulai November 2017, transaksi di semua ruas jalan tol di Indonesia sepenuhnya akan menggunakan uang elektronik.

Pemberlakuan transaksi nontunai ini diharapkan akan mempercepat proses pembayaran, sehingga pengguna jalan tol dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman. Menurut catatan pemerintah, transaksi nontunai hanya memakan waktu kurang dari 4 detik, sementara bayar tol dengan uang tunai rata-rata menghabiskan waktu 10 detik.

Gerakan nontunai di jalan tol ini tak lepas dari upaya BI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk terus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan lewat elektronifikasi pembayaran jalan tol di seluruh Indonesia.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, BI sebagai otoritas sistem pembayaran terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR sebagai otoritas jalan tol serta Kementerian Perhubungan sebagai otoritas transportasi.

Saat ini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR menangani 43 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), baik perusahaan pemerintah maupun swasta, yang mengelola seluruh ruas tol di tanah air.

Sebagai bagian penerapan elektronifikasi tol 100% pada bulan Oktober 2017, akan diterbitkan regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri PUPR yang mewajibkan transaksi non tunai di jalan tol.

Sistem pembayaran elektronik di jalan tol juga akan menerapkan interkoneksi dan interoperabilitas melalui Secure Access Module (SAM) Multi Applet, yaitu penerapan infrastruktur yang mendukung penerapan multi bank penerbit untuk menyediakan layanan uang elektronik secara interkoneksi.

Kerjasama BI dan BUJT

Selain itu, BI terus bekerja erat bersama perbankan dan BUJT dalam melakukan kampanye dan edukasi bagi masyarakat, untuk membangun pemahaman mengenai perubahan cara pembayaran di jalan tol.

Sejalan dengan itu, guna memudahkan masyarakat memperoleh uang elektronik, akan dilakukan penjualan kartu uang elektronik di gardu tol, serta penambahan lokasi pengisian ulang (top-up) uang elektronik.

Pemerintah saat ini juga sedang menjalankan program diskon bertransaksi nontunai di jalan tol untuk semakin menarik minat masyarakat bertransaksi secara nontunai.

Program diskon tersebut meliputi diskon biaya pembelian kartu uang elektronik dan diskon tarif tol (untuk ruas dan jangka waktu tertentu) sejak tanggal 17 Agustus 2017 hingga 30 September 2017.

Untuk mengantisipasi timbulnya kemacetan di gerbang tol, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan uang elektronik dan mengecek saldo sebelum melakukan perjalanan di jalan tol. Penyediaan fasilitas top-up tunai di gardu tol diutamakan untuk keadaan darurat, sehingga tidak terjadi antrian di gardu tol.

Selain target implementasi 100% Non Tunai pada 31 Oktober 2017, target berikutnya adalah mewujudkan transaksi non tunai di jalan tol tanpa perlu menghentikan kendaraan (multi lane free flow), yang rencananya akan terwujud di akhir 2018.

Dengan menggunakan uang elektonik, pembayaran tol menjadi lebih cepat, praktis dan nyaman, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kelancaran di jalan tol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here