The Verge

Kasus Penipuan Mata Uang Virtual sudah menelan banyak korban. Tercatat sedikitnya 4 kasus penipuan dalam transaksi ataupun investasi yang merugikan pemegang mata uang digital ini.

Mt Gox Dibobol Maling

Pada tahun 2014, terjadi pencurian Bitcoin dari pemegang dompet digital (digital wallet) yang dikelola oleh Mt Gox di Jepang. Mt Gox adalah salah satu perusahaan bursa Bitcoin (Bitcoin exchange).

Karena uang berbentuk virtual yang dikelolanya dibobol cracker, Mt Gox terpaksa menghentikan perdagangan, perusahaan dan layanan penukaran, lalu mengajukan kepailitan.

Kerugian yang dialami dalam satu kasus ini mencapai 850 ribu Bitcoin atau setara dengan US$ 450 juta saat itu.

Bitstamp Diretas Hacker

Setahun kemudian, atau tepatnya pada tahun 2015, kasus lain menimpa bursa Bitcoin Bitstamp yang berkantor pusat di Luxembourg. CEO Bitstamp Nejc Kodrič mengungkapkan adanya pembobolan pada Hot Wallet-nya yang menyebabkan kerugian sebesar 18,866 BTC atau setara dengan US$ 5 juta.

Penipuan oleh Bitcoin Saving

Masih di tahun 2015, ada kasus lain yang terjadi di Bitcoin Saving, perusahaan penukaran uang virtual yang didirikan seorang warga negara Amerika Serikat bernama Trendon Shavers. Dia melakukan penipuan melalui skema ponzi untuk menipu para korbannya dan kerugian disebut mencapai US$ 4,5 juta.

Transaksi Narkoba dengan Bitcoin

Kasus lain yang cukup menghebohkan adalah bisnis penjualan narkoba secara online yang transaksinya dilakukan dengan menggunakan uang virtual.

Pada pertengahan 2015, pengadilan Federal Amerika Serikat menjatuhi hukuman penjara seumur hidup kepada Ross Ulbricht, sang pendiri Silk Road, situs jual beli narkoba online ala “e-Bay”.

Website transaksi barang haram ini sempat ditutup beberapa kali oleh FBI, sampai akhirnya sang pendiri ditangkap dan diadili di Pengadilan Federal Amerika Serikat, di Manhattan.

FBI meyakini Ulbrich dapat menghasilkan US$ 20.000 dalam bentuk Bitcoin per harinya dari transaksi yang terjadi di Silk Road.

Leave a Reply